Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa berlimpahnya pasokan di negara eksportir akibat absennya impor Indonesia telah menekan harga dunia hingga 44 persen.
"Dampak positifnya adalah harga pangan (beras di) dunia turun dari 650 Dolar Amerika Serikat (AS) per metrik ton menjadi 340 Dolar AS per meterik ton. Turun 44 persen," jelas Amran, dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026.
Data FAO (The FAO All Rice Price Index) menguatkan hal ini, di mana indeks harga beras menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir pada November 2025 (96,9).
Melalui sinergi Kementan bersama TNI-Polri dan instansi terkait, Indonesia mencetak sejarah dengan stok awal tahun 2026 mencapai 3,25 juta ton. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam 18 tahun terakhir untuk kategori stok tanpa impor.
Amran menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras petani lokal yang kini merasakan kesejahteraan lebih baik.
"Inilah hasil karya petani Indonesia di panggung internasional, sehingga karya petani Indonesia dinikmati dunia hari ini. Inilah puncaknya kebahagiaan petani," kata Amran.
Ketiadaan permintaan dari Indonesia di tahun 2025 menciptakan kejenuhan pasokan di negara-negara pengekspor, yang pada akhirnya menekan harga pasar internasional ke level yang sangat rendah.
Meskipun harga di pasar global merosot, di dalam negeri, kondisinya justru berbanding terbalik bagi para produsen. Menteri Pertanian Amran menegaskan bahwa kebijakan ini sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan petani.
"Hari ini adalah kita hari kebahagiaan bagi petani seluruh Indonesia. Petani betul-betul sangat bahagia dengan kebijakan Bapak Presiden. Harga gabah naik. Kesejahteraan petani naik," ucap Amran.
Tanpa satu kilogram pun beras impor, Indonesia berhasil mengumpulkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melampaui 3 juta ton. Ini adalah angka tertinggi dalam 18 tahun terakhir untuk kategori stok non-impor.
Sebagai perbandingan, pada 2008 - 2009 stok hanya berada di kisaran 1,1 - 1,6 juta ton. Pada 2019 - 2021 stok bertahan di angka 0,8 - 2,2 juta ton.
Pada 2025 stok melesat di atas 3 juta ton murni dari hasil panen petani nusantara.
Capaian ini mempertegas bahwa sinergi antara Kementan, TNI-Polri, dan instansi terkait lainnya telah berhasil mengubah wajah ketahanan pangan Indonesia menjadi kekuatan yang disegani dunia.
BERITA TERKAIT: