Purbaya menegaskan peran Inspektorat Jenderal harus lebih aktif menemukan potensi kesalahan di internal kementerian.
"Saya ke depan minta ke Pak Irjen untuk bekerja lebih keras, supaya kita menemui kesalahan kita duluan dibanding orang di luar, sehingga enggak ada orang luar yang ngacak-ngacak Kementerian Keuangan lagi. Nanti kalau ada yang masih diganggu, ya berarti Pak Irjen kerjanya belum cukup baik. Tapi Pak Irjen sudah bilang, ke depan akan diperbaiki," kata Purbaya di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya setelah banyaknya kasus yang menyeret oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang ditangani aparat penegak hukum. Purbaya menilai berbagai kasus tersebut membuat integritas lembaga sering dipertanyakan publik.
Ke depan, ia menegaskan tidak ingin ada lagi pegawai di Kemenkeu yang lebih dulu diperiksa atau ditangkap aparat penegak hukum sebelum ada tindakan dari internal.
"Jadi saya enggak mau orang kita pajak, bea cukai, pegawai-pegawai yang lain itu diperiksa, digerebek kejaksaan, KPK, atau polisi duluan," tegasnya.
Menurutnya, jika ditemukan pelanggaran, maka seharusnya tim Inspektorat Jenderal lebih dahulu mengetahuinya dan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Kalau ada kesalahan, harusnya tim kita dari Pak Irjen yang mengetahui duluan dan kita lakukan tindakan sesuai dengan peraturan keras, sekeras-kerasnya kalau perlu, tapi yang mengendalikan kita sehingga image kita tidak terlalu buruk di luar," tuturnya.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh pegawai agar siap menghadapi pengawasan internal yang akan diperketat ke depan.
"Jadi Anda harus ingat nanti ke depan Pak Irjen akan lebih sering-sering jagain Anda demi untuk itu saja," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: