Dalam rilisnya, NBS mencatat PMI manufaktur Desember naik 0,9 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar. Dari 21 sektor industri yang disurvei, 16 sektor mencatat perbaikan, menandakan kondisi produksi dan operasional perusahaan semakin membaik.
Dari sisi detail, indeks produksi mencapai 51,7, sedangkan indeks pesanan baru berada di 50,8. Keduanya naik signifikan masing-masing 1,7 dan 1,6 poin.
"Kenaikan pesanan baru di atas level 50 untuk pertama kalinya sejak paruh kedua tahun ini menunjukkan pemulihan yang jelas pada sisi produksi dan permintaan," kata kepala ahli statistik NBS, Huo Lihui, dikutip dari Global Times, Kamis 1 Januari 2026.
Kinerja sektor tertentu juga menguat. PMI manufaktur teknologi tinggi mencapai 52,5, naik 2,4 poin dari bulan sebelumnya. Sementara itu, PMI manufaktur peralatan dan industri barang konsumsi masing-masing berada di 50,4, dengan kenaikan 0,6 dan 1,0 poin.
Kepercayaan pelaku usaha juga ikut meningkat. Indeks ekspektasi aktivitas bisnis manufaktur naik menjadi 55,5, atau bertambah 2,4 poin, yang menunjukkan optimisme perusahaan terhadap prospek pasar ke depan semakin kuat.
PMI non-manufaktur juga kembali ke zona ekspansi di 50,2, naik 0,7 poin dari November. Namun, indeks aktivitas jasa masih sedikit di bawah ambang batas, yakni 49,7, meski tetap mencatat kenaikan tipis.
Secara keseluruhan, PMI komposit China pada Desember berada di 50,7, naik 1,0 poin dari bulan sebelumnya. Menurut Huo, data ini menunjukkan bahwa produksi dan aktivitas bisnis secara umum di China telah kembali ke jalur ekspansi menjelang akhir 2025.
BERITA TERKAIT: