Country Product Manager Notebook Asus Indonesia VeÂronica Erwin mengatakan, ide awal dari Asus ROG GX800 adalah untuk mewujudkan komputer yang bisa dibawa kemana-mana alias mobile. Namun, tetap memiliki perÂforma mumpuni layaknya desktop.
"Belakangan ini sudah banÂyak pengguna desktop yang beralih ke notebook. Melalui Asus ROG GX800, kita ingin memberi solusi untuk pengguna yang menginginkan performa serupa dengan desktop, tetapi bisa dibawa ke mana-mana," ujar Veronica, kemarin.
Ia mengatakan, Asus ROG GX800 dihadirkan bukan unÂtuk gaya-gayaan saja. Target marketnya untuk mereka yang suka mengoprek komputer agar performanya sesuai dengan keÂinginannya (overclocker).
Di Indonesia, jumlah overÂclocker, diakui Veronica, tidak begitu banyak. Karenanya, Asus Indonesia tidak membebani tarÂget penjualan yang tinggi untuk Asus ROG GX800. Apalagi harga yang ditawarkan juga sangat tinggi untuk ukuran noteÂbook gaming.
"Untuk produk ini, kita tidak mengejar jumlah. Ini hanya solusi untuk para overclocker yang ingin melakukan overÂclock. Mudah-mudahan dalam setahun bisa terjual 30 unit," tutur Veronica.
Asus ROG GX800 dibekali prosesor Intel Core i7-7820HK yang dapat di-overclock serta sistem operasi Windows 10 yang telah ditingkatkan kemampuanÂnya untuk kebutuhan gaming. Windows 10 pada Asus ROG GX800 juga hadir dengan DirectX 12 yang memÂbuat tampilan game lebih stabil dengan peningkatan kualitas grafik serta suara.
Country Marketing Manager Asus Indonesia Galip Fu meÂnambahkan, Asus ROG GX800 juga menggunakan teknologi 2 way SLI GTX1080 graphic cards, layar 18,4 inci beresolusi 4K dilengkapi G-Sync, RAM sebesar 64 GB DDR4 2800MHz dan dua adapter berukuran 330W dan RGB backlit keyboard.
"Kinerja Asus ROG GX800 juga masih sanggup di-overclock dengan aman hingga 4,6 GHz. Tidak hanya prosesor, tetapi kartu grafisnya juga mampu di-overclock hingga 1.961 MHz," papar Galip.
Notebook fantastis ini diÂpasarkan di Indonesia seharga Rp 95.499.000. ***
BERITA TERKAIT: