Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 19 Juni 2026, 11:27 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Harga minyak dunia bergerak relatif stabil setelah Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan lebih dari 12 juta barel minyak berhasil melewati Selat Hormuz dalam semalam.

Meskipun demikian, pelaku pasar masih berhati-hati karena pemulihan arus pengiriman minyak diperkirakan berlangsung secara bertahap dan belum sepenuhnya kembali normal.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, harga minyak mentah Brent naik 30 sen menjadi 79,85 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 19 sen ke level 76,60 Dolar AS per barel.

Secara keseluruhan, harga minyak telah turun lebih dari 11 persen sejak Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik pada Minggu lalu.

Kesepakatan tersebut resmi ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam perjanjian itu, Iran diwajibkan mengizinkan kapal-kapal melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya selama 60 hari, sementara AS menghentikan blokade angkatan lautnya.

JD Vance mengatakan Iran menepati komitmennya dengan tidak menyerang kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz selama dua malam berturut-turut.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer AS (Centcom) juga telah mengizinkan lebih dari selusin kapal melewati blokade sebelum akhirnya mengumumkan penghentian operasi tersebut.

Meski begitu, data perusahaan pelacak kapal Kpler menunjukkan lalu lintas kapal belum mengalami lonjakan signifikan. Hingga Kamis pagi, hanya tiga kapal tanker Arab Saudi yang membawa sekitar 6 juta barel minyak terlihat berada di Teluk Oman.

Sebelum konflik pecah, lebih dari 100 kapal, termasuk puluhan kapal tanker minyak, melintasi Selat Hormuz setiap hari. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA