"Sikap Ahok ini harus didukung. Beliau tokoh nasionalis yang tegas melindungi bangsanya. Kita dukung," tegas Sobary, saat dihubungi, Kamis (7/4).
Seperti diketahui, hari ini Kamis (7/4), Ahok juga menceramahi aktivis antirokok dengan menyebut mereka tak pernah mengkritisi kebijakan industri farmasi.
"Anda
masukin semua produk farmasi, rokok-rokok sintetis, pernah teliti enggak itu bisa bikin kanker apa enggak. Asing jangan atur-atur Indonesia," kata Ahok.
Sikap Ahok itu, kata Sobary, sudah tepat karena pemerintah juga menegaskan rokok bukan barang ilegal. Apalagi kontribusi ekonomi dari petani tembakau tak bisa dibilang kecil.
"Sebaiknya kalangan anti rokok lebih banyak lagi membaca tidak asal bicara," tegas Sobary.
Jika tetap memaksakan penutupan pameran yang notabene sudah dapat izin resmi, maka siap-siap saja kalangan antirokok itu berhadapan dengan aparat penegak hukum.
"Terserah mereka kalau mau benturan dengan polisi," ketus Sobary.
Sobary mewanti-wanti agar aktivis antirokok untuk tidak memaksakan kehendak karena segala regulasi yang sudah dibuat pemerintah juga untuk tujuan keadilan sosial, tidak hanya demi kepentingan satu kelompok.
Bahkan, Sobary menyentil para aktivis rokok untuk mencoba metode penyembuhan berbahan tembakau seperti metode balur "Divine Cigarette" Dr Gretha di Malang agar cara berpikirnya lebih lurus. "Kon balur di Dr Gretha," sindir Sobary.
Sobary menilai, ada begitu banyak kalangan yang tidak mampu melihat sisi positif sektor tembakau. Hal itu terjadi karena mereka umumnya sudah dipengaruhi kepentingan lobi-lobi asing. Padahal di balik asap rokok kretek yang mengepul, ada ideologi dan nasionalisme yang didengungkan para petani untuk untuk membela kehidupan bangsa.
"Campur tangan kepentingan asing yang sangat merugikan kepentingan bangsa kita, ternyata ada saja orang Indonesia yang tidak bersedia memihak kepentingan Indonesia," sindir Sobary.
[wid]
BERITA TERKAIT: