Truk berpelat H 9244 KE tersebut terguling dan melintang di median jalan. Puluhan keranjang tembakau yang diangkut tumpah, sebagian bahkan masuk ke jalur C, sehingga mengganggu kendaraan dari arah berlawanan.
Meski sempat terjadi kepadatan, petugas kepolisian bersama pengelola tol melakukan pengaturan agar kendaraan tetap melintas secara bergantian.
Kecelakaan ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan. Guard rail di median hancur, sementara tiang penanda kilometer dilaporkan roboh setelah tertabrak truk.
Petugas dan pekerja mengevakuasi muatan tembakau yang berserakan dijalan untuk dipindahkan ke truk lain.
Panit PJR Polda Jateng, Ipda Wahyudi, mengungkapkan kecelakaan diduga dipicu pecah ban pada bagian kanan truk. Proses evakuasi pun langsung disiapkan dengan mendatangkan alat berat.
“Truk crane kami siagakan di jalur C. Kendaraan akan diangkat, diberdirikan kembali, lalu diderek ke sekitar Gerbang Tol Multiharjo,” ujar Wahyudi dikutip
Kantor Berita RMOLJateng, Senin, 27 April 2026.
Evakuasi dilakukan bertahap, diawali dengan pemindahan seluruh muatan untuk meringankan beban kendaraan. Setelah itu, tali pengait dipasang sebelum badan truk diangkat menggunakan crane.
Sopir truk, Ahmadi (44), warga Tegowanu, Grobogan, mengaku mengemudikan seorang diri dan hanya mengalami luka ringan.
“Alhamdulillah nggak apa-apa, cuma lecet sedikit,” kata Ahmadi.
Ia menuturkan, kejadian bermula saat ban kanan depan truk tiba-tiba pecah. Dalam situasi genting itu, Ahmadi memilih tidak membanting setir demi menghindari kendaraan di depannya.
“Di depan ada mobil boks. Kalau banting setir takutnya malah nabrak. Jadi saya biarkan saja mengikuti arah kendaraan,” ungkapnya.
Truk tersebut diketahui mengangkut tembakau dari Kendal dengan tujuan Sidoarjo, Jawa Timur.
BERITA TERKAIT: