Waspadai Penyakit Yang Mengintai di Balik Kemasan Pangan Anda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 09 November 2015, 14:14 WIB
rmol news logo Penggunaan kemasan pangan tidak dapat dipisahkan dari produk pangan, baik sebagai wadah maupun untuk mengawetkan makanan.

Jenis-jenis kemasan pangan primer (kontak langsung dengan makanan) yang beredar di Indonesia juga beragam mulai dari styrofoam, plastik, hingga yang berbahan jenis kertas. Namun, apakah semua kemasan pangan primer tersebut terbuat dari bahan yang layak dan aman digunakan?

Perlu diketahui bahwa karton duplex dan kertas nasi bungkus berwarna coklat terbuat dari kertas daur ulang yang mungkin sudah terkontaminasi dan mengandung tinta cetak, perekat, lilin, bahan pencelip, serta bahan-bahan kimia lainnya.

Zat-zat berbahaya diatas berdampak negatif terhadap tubuh manusia sehingga dapat menimbulkan penyakit seperti kanker, kerusakan hati dan kelenjar getah bening, mengganggu sistem endokrin, kelahiran prematur, meningkatkan resiko asma, mutasi gen, dan lain-lain.

Oleh karena itu, penggunaan jenis kertas tersebut sebagai kertas kemasan pangan primer perlu diwaspadai. Pengamat industri kertas, Muhammad Adjidarmo menegaskan tentang bahayanya penggunaan kertas non kemasan pangan.

"Kertas bekas termasuk koran dan majalah seharusnya tidak digunakan untuk membungkus bahan pangan secara langsung karena mengandung timbal yang jika terakumulasi dalam tubuh dapat beresiko membahayakan kesehatan," ujarnya.

Salah satu penyebab maraknya penggunaan kertas non kemasan adalah karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan efek samping yang ditimbulkan.

Lalu seperti apakah kemasan pangan yang aman?
Jenis kemasan pangan primer berbahan kertas lainnya adalah karton virgin fiber dan karton food grade.
 
"Kemasan pangan berkategori food grade aman dan layak digunakan karena 100 persen terbuat dari serat alami sehingga berwarna putih bersih, tidak berbintik-bintik, serta bebas dari kandungan bakteri dan senyawa berbahaya seperti benzene dan styrene (bahan baku styrofoam)," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat dapat lebih waspada ketika membeli produk makanan yang masih menggunakan kertas daur ulang dengan beralih ke kemasan pangan berbahan food grade. Bahan semacam ini dapat menjamin kualitas makanan agar tidak rusak serta menjaga kesehatan tubuh terhindar dari bahaya pencemaran hasil produksi kemasan pangan berbahan dasar kertas bekas.[wid]

 
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA