Rupiah Melemah, 10 Bahan Pangan Impor Ini Berpotensi Naik Harga

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/tifani-5'>TIFANI</a>
OLEH: TIFANI
  • Selasa, 19 Mei 2026, 18:16 WIB
Rupiah Melemah, 10 Bahan Pangan Impor Ini Berpotensi Naik Harga
Ilustrasi Bahan Pangan Impor Ini Berpotensi Naik Harga (Sumber: Gemini Generated Image)
rmol news logo Nilai tukar rupiah kembali melemah di posisi Rp 17.718 per dolar AS pada Selasa (19/05/2026) pagi. Nilai tukar rupiah yang terus melemah memicu kekhawatiran baru di sektor pangan. 

Pasalnya, sejumlah bahan pangan di Indonesia masih bergantung pada impor dan dibeli menggunakan dolar AS. Kondisi ini membuat harga pangan domestik menjadi rentan terhadap gejolak kurs.

Ketika rupiah tertekan, biaya impor otomatis meningkat sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat produsen hingga konsumen. Situasi ini tidak hanya berdampak pada industri makanan, tetapi juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui naiknya harga kebutuhan pokok di pasar.

Jika tren pelemahan rupiah berlanjut, bukan tidak mungkin harga berbagai bahan pangan akan ikut merangkak naik dalam waktu dekat. Mengutip laman Badan Pusat Statistik (BPS), berikut daftar komoditas impor yang prediksi terdampak melemahnya rupiah.

1. Gandum dan meslin

Komoditas ini hampir sepenuhnya diimpor untuk kebutuhan industri tepung terigu. Pelemahan rupiah akan langsung meningkatkan biaya produksi, sehingga berpotensi menaikkan harga produk turunan seperti roti dan mi.

2. Gula

Baik gula konsumsi maupun gula mentah untuk industri masih mengandalkan impor. Kenaikan biaya impor bisa berdampak pada harga gula di pasaran.

3. Kakao

Meski Indonesia produsen kakao, beberapa kebutuhan industri tetap bergantung pada impor, sehingga rentan terhadap fluktuasi kurs.

4. Kedelai

Bahan utama tahu dan tempe ini sebagian besar diimpor. Melemahnya rupiah berpotensi membuat harga kedelai dan produk turunannya ikut naik.

5. Tembakau

Industri rokok tertentu masih menggunakan tembakau impor, sehingga biaya produksi bisa meningkat saat rupiah melemah.

6. Susu

Kebutuhan susu, khususnya bahan baku susu bubuk, masih bergantung pada impor. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga produk olahan susu.

7. Daging sapi impor

Pasokan daging sapi dari luar negeri cukup besar. Pelemahan rupiah dapat menyebabkan harga daging sapi di dalam negeri ikut terdongkrak.

8. Bawang putih

Hampir seluruh kebutuhan bawang putih dipenuhi dari impor, sehingga sangat sensitif terhadap perubahan nilai tukar.

9. Ikan

Beberapa jenis ikan masih diimpor untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, terutama jenis tertentu yang tidak banyak diproduksi di dalam negeri.

10. Beras

Dalam kondisi tertentu, Indonesia masih melakukan impor beras untuk menjaga stok. Jika rupiah melemah, biaya impor meningkat dan berpotensi memengaruhi harga di pasar.rmol news logo article
EDITOR: TIFANI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA