Proyek Pipa Gresem Dorong Program Konversi BBM Ke Gas

Jumat, 10 Oktober 2014, 09:20 WIB
Proyek Pipa Gresem Dorong Program Konversi BBM Ke Gas
ilustrasi
rmol news logo Direktur Bahan Gas Bumi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto berharap proyek gas pipa Gresik-Semarang (Gresem) bisa segera selesai.

“Proyek pipanisasi itu untuk bisa memenuhi kebutuhan gas wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Djoko kepada Rak­yat Merdeka, kemarin.

Djoko mengatakan, dengan ada­nya pembangunan pipa Gre­sem ini bisa mendorong pertum­buhan industri yang dampaknya akan langsung pada pertumbuhan ekonomi. Proyek ini juga di­harapkan bisa mendorong per­cepatan konversi BBM ke gas.

“Ini untuk mendorong dan me­wujudkan infrastruktur gas yang terintegrasi di Pulau Jawa sebagai penopang perekonomian nasio­nal,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah (Ja­teng) Ganjar Pranowo menga­ku pihak­nya membuka pintu seluas-luasnya bagi Pertagas untuk mem­percepat proses pemba­ngu­nan proyek Gresem agar man­faat­nya bisa dirasakan masyarakat.

“Kami mendukung proyek pi­pa Gresik-Semarang agar dapat mem­berikan dampak positif bagi in­dustri, masyarakat hingga me­ning­katkan pendapatan daerah untuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan Jateng,” tegas Ganjar.

Gubernur Jawa Timur  Soekar­wo mengatakan, surplus gas di daerahnya belum sepe­nuh­nya di­nikmati masyarakat. Tapi, kelak setelah pipa Gresem ini terbangun, maka setiap ruas yang dilewati pi­pa, masyarakat akan dapat me­man­faatkan gas itu termasuk un­tuk rumah tangga dan transportasi.

“Semakin cepat pipa selesai ter­bangun, akan lebih baik bagi pe­manfaatan gas di berbagai sektor di Jawa Timur,” ucapnya.

 PT Pertamina Gas (Pertagas) hari ini (kemarin) memulai pro­yek pipanisasi gas sepanjang 271 kilometer di Bojonegoro untuk menjamin penyaluran gas di wi­layah Jateng dan Jatim.

Presiden Direktur Pertagas Hendra Jaya mengatakan, pipa ini me­miliki kapasitas penyaluran gas sebanyak 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

“Pengerjaan proyek ini me­makan waktu 18 bulan dan akan siap beroperasi pada kuartal I 2016,” katanya.

Pipanisasi ini akan melewati empat kabupaten/kota di Jateng dan tiga kabupaten di Jatim. Pi­panisasi Gresik Semarang ini dimulai dari metering station Gresik Pertagas dan berakhir di Tambak Lorok.

Hendra mengatakan, pemba­ngunan ruas pipa baru ini mene­lan investasi 515,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,1 triliun. ***

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA