Dua poin krusial yang wajib menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) adalah penguatan fasilitas kesehatan jemaah dan pembenahan menyeluruh di Mina.
Menurut Menhaj, berbagai inovasi tahun ini - seperti efisiensi biaya haji, pengelolaan kuota berbasis provinsi, hingga penggunaan kartu Nusuk - berkontribusi besar dalam mendongkrak kualitas pelayanan. Namun, inovasi-inovasi ini tetap membutuhkan penajaman agar dampaknya kian dirasakan jemaah.
Sektor kesehatan jemaah menjadi salah satu perhatian paling mendesak yang disoroti oleh Menhaj agar kualitasnya terus ditingkatkan pada musim haji berikutnya.
"Kesehatan menjadi perhatian khusus. Kita memang berhasil menekan angka mortalitas sekitar 25 persen, tetapi jumlahnya masih cukup besar. Karena itu, penguatan istithaah kesehatan harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji ke depan," katanya di Jakarta, 4 Juli 2026.
Selain urusan kesehatan, Menhaj memberikan instruksi tegas agar kendala dan pelayanan di Mina dibedah secara mendalam selama Rakernas berlangsung. Target utamanya adalah menjamin aspek keselamatan sekaligus kenyamanan jemaah asal Indonesia.
"Bagaimana kita bisa memperbaiki layanan di Mina harus menjadi perhatian bersama. Apa pun yang perlu dilakukan demi perbaikan layanan di Mina harus kita lakukan," tegasnya.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah juga menggelar agenda retret pasca-Rakernas. Menhaj menjelaskan bahwa agenda ini dirancang khusus sebagai wadah peningkatan kapasitas internal organisasi.
"Kegiatan retret ini merupakan bagian dari persiapan kita agar semakin siap secara fisik, mental, sekaligus memperkuat bonding di antara seluruh keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah," ujarnya.
Menutup arahannya, Menhaj tak lupa memberikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada internal Kemenhaj, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta unsur TNI dan Polri yang telah bersinergi menyukseskan operasional haji dan agenda Rakernas.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga semangat kolaborasi ini terus kita jaga untuk menghadirkan pelayanan haji Indonesia yang semakin profesional, humanis, dan berkualitas," pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: