Langkah ini dilakukan untuk memastikan program besutan Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sistem ekonomi sirkular.
KANG ILING (
Kalanganyar Circular Living Initiative) merupakan inovasi pemberdayaan yang menyulap limbah cabut duri ikan bandeng dan minyak jelantah menjadi produk baru yang bernilai ekonomi tinggi.
Melalui program ini, Pertamina sukses membangun ekosistem yang ramah lingkungan sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi perempuan mantan buruh tambak (mburi), UMKM, hingga kelompok rentan lainnya. Salah satu hasilnya adalah Bio-Band, produk inovatif untuk memurnikan minyak jelantah agar aman digunakan kembali.
Hingga saat ini, sebanyak 550 kepala keluarga telah terintegrasi dalam sistem pemberdayaan ini, dengan melibatkan 79 anggota aktif dan 42 perempuan mantan buruh tambak.
Hebatnya, program ini terbukti moncer dengan mencatatkan total omzet hingga ratusan juta rupiah dalam setahun. Selain mendongkrak ekonomi lokal, limbah sisik ikan yang dikelola juga dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan gizi anak-anak di desa setempat.
Di sela-sela kunjungannya, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengapresiasi tinggi komitmen dan kerja keras warga Sidoarjo dalam menjalankan program pemberdayaan tersebut.
"Program seperti ini menunjukkan bahwa CSR Pertamina tidak hanya berorientasi pada bantuan semata, tetapi mampu membangun kemandirian masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan," ujar Iriawan, dikutip Jumat, 3 Juli 2026.
Mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini juga menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dan keberlanjutan program demi kemaslahatan masyarakat yang lebih luas.
Dampak positif ini diamini oleh Solikha, salah satu
Local Hero UMKM Kucari yang merasakan langsung perubahan drastis di desanya sejak Pertamina hadir.
"Pertama kali di sini kampung ini kumuh. Sebelum ada Pertamina, limbah semuanya biasanya dibuang di selokan. Akhirnya kami dibuatkan tempat seperti ini, yaitu
Anaerobic Biofilter," ungkap Solikha.
Ia menambahkan, intervensi Pertamina di desanya sama sekali tidak abal-abal. Kini kampungnya bertransformasi menjadi pusat edukasi dan destinasi wisata yang kerap didatangi kaum akademisi untuk belajar.
Keberhasilan program KANG ILING ini menjadi bukti sahih komitmen Pertamina dalam mengawinkan profit bisnis dengan kemajuan sosial dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: