PLTS Karang Asem Beroperasi, PLTA Poso Menyusul Maret

Rabu, 27 Februari 2013, 07:58 WIB
PLTS Karang Asem Beroperasi, PLTA Poso Menyusul Maret
ilustrasi, PLTS Karang Asem
rmol news logo .Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wa­cik dua hari lalu meresmikan Pem­bangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di desa Kubu, Karang Asem, Bali. PLTS tersebut  ber­ke­kua­tan 1 MWp.

Menurut Wacik, saat ini PLTS itu merupakan pem­bangkit  listrik tenaga surya ter­be­sar di Indone­sia. PLTS berka­pa­sitas 1 MWp itu di­perkirakan menghasilkan listrik sebesar 2.880.080,00 KWh dengan masa operasi 20 tahun.

Wacik menyatakan, pihaknya da­lam waktu dekat akan memba­ngun PLTS yang lebih besar. “Akhir tahun ini kita akan mulai membangun. PLTS diperkirakan berkekuatan 10-50 Mw,” ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah se­rius mengembangkan energi terbarukan seperti energi surya. Sebab, pembangkit listrik tidak bisa lagi ketergantungan dengan BBM. Apalagi, pasokan BBM su­dah semakin menipis. Selain itu, harga listrik PLTS lebih mu­rah dibandingkan BBM.

“Dengan BBM, harga per Kwh listrik sebesar 40 sen dolar AS. Se­dangkan dengan tenaga mata­hari, harganya hanya 20 sen dolar AS,” katanya.

Politisi Demokrat itu me­nga­takan,  pengem­bangan ener­gi ba­ru terbarukan tidak boleh ber­henti karena setiap tahun kebu­tuhan listrik pasti terus me­ning­kat. Se­karang semua alat tek­nologi se­lalu menggu­na­kan te­naga listrik. Mainan anak-anak saja sekarang pakai listrik.

Wacik menambahkan, selain PLTS, Kementerian ESDM ke de­pan akan mengembangkan ener­gi tenaga air dan tenaga pa­nas bumi.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kemen­terian ESDM Ridha Mulyana meng­ungkapkan, sepanjang ta­hun 2012, pihaknya sudah mem­bangun 17 PLTS. Enam di an­tara­nya  tersebar di Bali. Masing-ma­sing berkekuatan 4,8 Mw. 17 PLTS tersebut bisa mengaliri lis­trik kepada 1350 kepala keluarga.

“Semangat pembangunan PLTS merupakan kebijakan pemerin­tah sebagai solusi melakukan subsidi listrik,” ujarnya.

Ridha menjelaskan, Kemente­rian ESDM membangun PLTS hanya menjalankan kebijakan pemerintah. Nantinya, PLTS yang sudah beroperasi dikelola oleh pe­merintah daerah.

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika berharap, pemerintah mem­buat kebijakan yang meng­haruskan dunia industri mema­kai energi baru terbarukan untuk peng­­hematan BBM. 

“Di negara tetangga sudah me­lakukan ke­bija­kan itu. Kita ha­rapkan juga ada peraturan baru dari peme­rin­tah. Hotel dan dunia industri ha­rus menggu­nakan dan memakai energi baru terbarukan paling ti­dak 10 per­sen,” harap Pastika.

Selain PLTS di Karang Asem,  Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso II, bulan depan  akan segera diresmikan. PLTA ter­sebut dibangun Kalla Group melalui PT Poso Energy.

PLTA Poso dibangun di tiga tempat, yakni PLTA Poso I dengan kapasitas 60 megawatt (MW), PLTA Poso II (195 MW) dan PLTA Poso III (320 MW). Proyek ketiga PLTA itu menelan in­ves­tasi sekitar Rp 4 triliun.

Direktur Pengembangan Bisnis Kalla Group Solihin Kalla me­nar­getkan, PLTA Poso akan mam­pu memenuhi 20 persen kebu­tuhan listrik di Sulawesi. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA