Harga Gas 12 Kg Jadi Rp 95.600 Pelaku UKM Uring-uringan Nih

Wacana Pertamina Naikkan Harga Elpiji Bikin Stok Mulai Langka

Jumat, 22 Februari 2013, 08:11 WIB
Harga Gas 12 Kg Jadi Rp 95.600 Pelaku UKM Uring-uringan Nih
ilustrasi, Gas 12 Kg
rmol news logo .Para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mulai uring-uringan. Mereka mengeluhkan rencana kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) oleh Pertamina.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ba­kery Indonesia (APEBI) Chris Har­­dijaya mengatakan, rencana ke­naikan elpiji 12 kg akan ber­dam­pak besar bagi para pelaku UKM roti. Apalagi awal tahun para pengusaha sudah dibebani ke­naikan tarif dasar listrik (TDL).

“Perusahaan roti sangat ter­gan­tung dengan listrik dan gas dalam produksinya, terutama untuk me­nyalakan oven,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, UKM roti sangat ter­gantung dengan gas karena un­tuk oven masih meng­gu­na­kan elpiji 12 kg dan itu sangat bo­ros. Setiap hari industri roti meng­ha­biskan 3 tabung gas elpiji 12 kg.

Karena itu, kenaikan elpiji 12 kg sebesar Rp 25.400 dari se­belumnya Rp 70.200 menjadi Rp 95.600 sangat memberatkan.

“Saat ini kami masih menghitung dan melakukan penyesuaian aki­bat kenaikan Upah Minimum Pro­vinsi (UMP),” ucapn Chris.

Dia menjelaskan, saat ini beban biaya energi dalam cost roti men­capai 7-8 persen. Dengan kenai­kan harga Rp 25 ribu per tabung atau 35 persen dari sebelumnya, akan menambah biaya produksi 2 persen. Ditambah dengan ke­naikan TDL, maka beban biaya energi dalam biaya produksi akan mencapai 10 persen.

Untuk mengantisipasi hal itu, kata Chris, para pengusaha akan melakukan penyesuaian harga 10-15 persen. Namun, jika peme­rin­tah mendukung usulan ke­naikan gas 12 kg, maka ke­pu­tusan ter­se­but bertolak belakang dari ke­bi­jakan pemerintah yang ngaku­nya berpihak kepada para UKM.

Chris mengaku saat ini jumlah pengusaha roti yang tergabung di asosiasinya mencapai 1.000 ang­gota dan 90 persennya adalah UKM meski belum ada yang gu­lung tikar.

Ketua Asosiasi Warung Tegal Mukroni mengatakan, akibat ren­cana kenaikan harga elpiji 12 kg, menyebabkan gas non sub­sidi ter­sebut langka di pasaran. Bah­kan, beberapa agen sudah mu­lai me­naik­kan harga.

“Saat ini barangnya mulai sulit ditemukan, ditambah harganya sudah mencapai Rp 75 ribu per ta­bung karena dikabarkan har­ganya akan naik awal Maret,” curhat Mukroni.

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah tegas soal harga elpiji 12 kg, apa mau dinaikkan atau ti­dak. Se­bab, dengan selalu berwa­cana me­nyebabkan banyak pihak yang menahan stok.

“Jika mau naik, naik­kan, jika tidak ya nggak usah bilang ada kenaikan,” tegasnya.

Kenaikan ini, kata Muk­roni, akan berdampak pada lang­kanya gas elpiji 3 kg karena se­mua pe­laku usaha akan berebut menggu­nakan produk itu, bahkan ada yang digu­nakan untuk mengoplos.  

Jika pemerin­tah menyetujui kenaikan harga elpiji 12 kg itu, Mukroni bilang, anggotanya akan menaikkan harga jual 10 persen.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemen­terian Per­industrian (Kemen­perin) Euis Sae­dah mengatakan, kenaikan harga elpiji 12 kg akan berdampak pada UKM. Namun, dia belum mengetahui berapa besar dam­pak­nya bagi produksi.

“Saya akan cek dulu,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Hal berbeda disampaikan Di­rektur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Carla Parengkuan. Menurut Carla, ke­naikan harga elpiji tidak akan terlalu berpengaruh terhadap ang­gotanya. Kenaikan harga tersebut sudah diperhitungkan.
Apalagi, lanjutnya, pengusaha yang menggunakan elpiji 12 kg sudah mulai berkurang. Saat ini banyak yang sudah mengguna­kan gas ukuran 50 kg.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) merencanakan kenai­kan harga elpiji 12 kg kepada pemerintah.

Vice President LPG & Gas Products Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan, pihak­nya akan menaikkan harga jual elpiji 12 kg dari sebelumnya Rp 5.850 menjadi Rp 7.966,7 per kg atau naik Rp 2.116,7 per kg.

“Dengan demikian, harga elpiji dari agen ke konsumen akan naik dari Rp 70.200 menjadi Rp 95.600 atau naik Rp 25.400 per tabung kemasan 12 kg ,” katanya.

Menurut Gigih, kenaikan harga itu akan menurunkan kerugian Pertamina dari bisnis elpiji 12 kg. Tanpa kenaikan harga, kerugian elpiji 12 kg diperkirakan menca­pai Rp 5 triliun pada 2013.

Vice President Corporate Co­mmunication Pertamina Ali Mun­dakir menambahkan, pihak­nya sudah memperoleh persetu­juan rapat umum pemegang sa­ham untuk menaikkan harga el­piji 12 kg di 2013. Pemegang sa­ham Pertamina adalah per­wa­kilan dari Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan Kemen­terian Keuangan. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA