Hal itu disampaikan Tito usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Tito menjelaskan, inflasi tahunan (year on year/yoy) saat ini berada di level 3,34 persen atau masih di bawah target nasional sebesar 3,5 persen.
"Inflasi kita di angka 3,34 persen relatif terkendali, masih di bawah target nasional 3,5 persen," kata Tito.
Namun, secara bulanan (month to month/mtm), inflasi tercatat naik 0,44 persen. Kenaikan itu terutama dipicu sektor transportasi, khususnya tarif angkutan udara yang meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat selama libur sekolah.
Selain itu, harga sejumlah kebutuhan pokok ikut menyumbang kenaikan inflasi, terutama bawang putih, minyak goreng, dan beras.
"Penyumbang utamanya sektor transportasi, terutama angkutan udara. Ditambah sektor makanan dan minuman, terutama bawang putih. Kemudian ada minyak goreng, sama beras naik sedikit. Itu yang saya sampaikan kepada Menko," ujarnya.
Menurut Tito, pemerintah kini mengoordinasikan langkah pengendalian harga, terutama untuk komoditas yang mengalami kenaikan.
Ia berharap penurunan harga BBM jenis bensin pada Juli dapat membantu menekan inflasi dalam beberapa waktu ke depan. Sementara untuk bawang putih dan minyak goreng, koordinasi dengan Kementerian Perdagangan akan diperkuat.
"BBM jenis bensin di Juli diturunkan harganya. Mudah-mudahan berpengaruh menurunkan inflasi. Tapi bawang putih dan minyak goreng yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan perlu dikoordinasikan lebih intensif," tuturnya.
Untuk komoditas beras, lanjut Tito, pemerintah bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional telah menyiapkan langkah stabilisasi di daerah-daerah yang mengalami lonjakan harga.
Ia juga meminta pemerintah daerah, khususnya di wilayah dengan tingkat inflasi tinggi seperti Indonesia Timur dan Aceh, memperkuat pasokan serta memperlancar distribusi barang.
"Daerah-daerah yang inflasinya tinggi harus menambah suplai. Ada juga kendala ombak yang mengganggu distribusi di beberapa wilayah, sehingga perlu menggunakan kapal yang lebih besar," pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: