Impor Dibatasi, Harga Buah Lokal Melonjak

Minggu, 03 Februari 2013, 08:00 WIB
Impor Dibatasi, Harga Buah Lokal Melonjak
ilustrasi, hortikultura
Kecil Besar
rmol news logo Pembatasan impor 13 pro­duk hortikultura telah menyebab­kan harga buah alami kenaikan. Wakil Sekjen Asosiasi Ritel Indo­nesia (Aprindo) Satria Hamid mengatakan, sejak pembatasan impor dilakukan, volume perse­diaan buah impor di pasaran se­makin menipis.

“Keterbatasan buah impor me­nyebabkan kenaikan harga lima sampai 20 persen,” kata Satria ke­pada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Dia mengungkapkan, permin­taan buah impor cukup tinggi. Se­harusnya pemerintah mencari sub­titusi atau pengganti komo­di­tas yang dibatasi agar kebutuhan kon­sumen tetap terpenuhi. Di­ingat­kannya, sebentar lagi hari Imlek. Biasanya kebutuhan buah alami peningkatan. Pemerintah ha­rus bisa menjamin keterse­diaannya.

Selain untuk memenuhi kebu­tuhan konsumen, menurutnya, ke­­tersediaan pasokan buah men­jadi penentu kelancaran usaha penge­cer. “Kita di hilir sangat ter­gan­­­tung dari hulunya,” kata Cor­porate Secretary Carrefour Indonesia ini.

Wakil Ketua Gabungan Impor­tir Hasil Bumi Indonesia (Gisi­mindo) Bob B. Budiman meng­ungkapkan, pembatasan impor hortikultura telah menyebabkan harga buah yang tidak dibatasi ikutan naik.

Menurutnya, kelang­kaan me­nye­babkan permintaan terhadap jenis komoditas tertentu menjadi naik. Misalnya buah anggur. Buah ini mengalami ke­naikan harga sampai 200 persen. “Ke­naikan harga bukan mengun­tungkan kami. Justru konsumen yang dirugikan,” katanya.

Dia berharap, pemerintah me­ninjau kembali kebijakan pem­batasan impor.

Ketua Asosiasi Eksportir Im­portir Buah dan Sayuran Indo­nesia (Aseibsindo) Kafi Kurnia mengatakan, pembatasan impor sudah berdampak di ma­syarakat yaitu pemenuhan buah durian. Karena kebutuhan durian selama ini masih bergantung be­sar ke­pada Thailand.

“Tahun lalu nilai impor durian mencapai 30 juta dolar AS,” kata­nya. Bagai­mana dengan buah lain? Kafi men­jawab tidak ber­dampak ba­nyak. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA