"Ini sinergi antara dua saudara yang saling memperkuat perusahaan negara," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya di kantor BNI, Jakarta, Jumat (29/12).
Menurut Gatot, nantinya PT BNI mendapat kepercayaan menjadi bank kustodian bagi PT Jamsostek. Dengan demikian, dokumen berharga yang menjadi harta kekayaan Jamsostek akan dititipkan dalam pengawasan BNI.
"Selain kerja sama strategis penyediaan jasa perbankan (
cash management service) yang telah dijalin dengan PT Jamsostek sejak tahun 2009, kami juga akan menambah satu lagi bentuk kerjasama strategis, yaitu jasa kustodian," kata Gatot Suwondo.
Sementara itu, Dirut Jamsostek Elvyn G Masassya menjelaskan, PT Jamsostek dan BNI akan mengeluarkan co branding dalam bentuk kartu ATM. Nantinya, para peserta Jamsostek yang memiliki kartu ATM BNI bisa melihat simpanan Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek. "Bisa dilihat saldonya, tapi tidak bisa diambil," terangnya. Untuk langkah awal, kartu itu akan dikeluarkan bagi 24 ribu karyawan BNI yang juga peserta Jamsostek ditambah dengan 4000 karyawan Jamsostek. "Nantinya setelah ini akan diperluas untuk umum," terangnya.
Elvyn menambahkan, saat ini PT Jamsostek berada dalam masa transformasi yang akan menjadi BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014. Pada saat itu, lanjut Elvyn, Jamsostek juga akan mengurusi para tenaga kerja informal, dengan seluruh potensi peserta mencapai 110 juta.
"Dengan sinergi yang dilakukan bersama BNI, maka nantinya peserta Jamsostek pun akan menjadi nasabah BNI," terangnya.
Saat ini, BNI sendiri memiliki 14 juta nasabah dari keseluruhan nasabah yang bankable berkisar 60 juta orang. "Nantinya dari sekitar 5-6 jutaan peserta Jamsostek aktif di DKI Jakarta diperkirakan 30-40 persen akan menjadi nasabah dari BNI," terangnya. Sekalipun begitu, Elvyn menambahkan, disamping sinergi dengan PT BNI (Persero) Tbk, Jamsostek pun membuka peluang untuk bersinergi dengan bank-bank BUMN lainnya. "Ini untuk memperluas persebaran dan outlet pembayaran sampai ke pelosok tanah air dalam memberikan perlindungan ketenagakerjaan," terangnya.
Elvyn pun pun berharap nantinya, BNI akan memberikan tempat di setiap kantor cabang yang ada bagi Jamsostek untuk melakukan sosialisasi perlindungan ketenagakerjaan. "Soal pemberian tempat bagi Jamsostek untuk sosialisasi, pasti kita sediakan," sergah Dirut PT BNI (Persero) Gatot Suwondo.
Lebih jauh, Gatot Suwondo menerangkan, nantinya dengan kesepakatan jasa kustodian ini, BNI melayani lima kelompojk transaksi untuk Jamsostek. Pertama, penyimpanan efek dan surat berharga lainnya. Kedua, penanganan transaksi (
transaction handling) atas dasar instruksi dari Jamsostek. Ketiga, mengurus hak-hak Jamsostek
(corporate action) yaitu membantu pengurusan atau penagihan hak-hak Jamsostek sehubungan dengan kepemilikan efek. Keempat, mewakili Jamsostek di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham (RULBPS) atau Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) sehubungan pemilikan Jamsostek atas efek berdasarkan surat kuasa dari Jamsoistek (proxy). Kelima, melayani pengiriman laporan dan informasi
(reporting and information).Hadir dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Informasi Jamsostek Agus Supriyadi, Direktur Kepesertaan Jamsostek Junaedi, Direktur Pelayanan Jamsostek Achmad Riadi, Direktur Investasi Jamsostek Jeffry Haryadi PM dan Direktur Keuangan Jamsostek Herdy Trisanto.
[dem]
BERITA TERKAIT: