Pengusaha Minta Segera Dibentuk BUMN Daging

Atasi Persoalan Daging, Wamentan Bilang Bulog Bakal Kewalahan

Sabtu, 24 November 2012, 08:05 WIB
Pengusaha Minta Segera Dibentuk BUMN Daging
ilustrasi, daging
Kecil Besar
rmol news logo Kalangan pengusaha daging meminta pemerintah segera membentuk badan penyangga atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tugasnya menjaga stabilitas pasokan daging dalam negeri.

Ketua Asosiasi Pedagang Da­ging Indonesia (APDI) Asnawi menga­takan, keberadaan badan tersebut sudah sangat mendesak. Apalagi kelangkaan daging yang terjadi saat ini sudah sangat meng­khawatirkan.

“Badan tersebut fungsinya se­perti Bulog. Jadi ketika dalam ne­­geri kekurangan pasokan, ba­dan itu bisa langsung melaku­kan ope­rasi pasar (OP) untuk mensta­bilkan harga,” kata As­nawi kepa­da Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Dia pun membandingkan, pe­merintah tidak bisa berbuat apa-apa terkait kelangkaan pasokan da­ging di dalam negeri saat ini. Hal itu berbeda jika terjadi ke­langkaan beras, pemerintah lang­sung melakukan operasi pasar untuk menekan harga dan itu ada Bulog yang mengatur.

Namun, ketika daging yang mengalami kelangkaan, pemerin­tah terkesan tidak bisa mengan­ti­sipasi. “Kondisi ini sangat me­rugikan pedagang, karena harga­nya mahal dan pembelinya tidak ada,” jelas Asnawi.

Wakil Menteri Pertanian  Rus­man Heriawan me­ngatakan, me­ngatasi adanya indi­kasi spekulasi importir sehingga menyebabkan minimnya pasokan daging sapi belum bisa dilakukan melalui me­kanisme kendali Bulog.

Ia mengatakan, menekan per­soalan daging sapi dengan ke­ten­tuan harga pokok pemerintah (HPP) belum menjadi prioritas ba­gi karena penanganan Bulog itu untuk bahan pangan yang sifatnya jangka panjang.

“Masalah daging sapi ini tidak lama dan akan kembali normal, berbeda dengan pangan yang lain karena sangat krusial. Kalau da­ging langka, masyarakat bisa ma­kan yang lain seperti kede­lai,” ujar Rusman.

Di samping itu, dia juga me­man­dang Bulog akan kewalahan jika harus menangani daging sapi juga. Sebab, pemerintah masih bisa menangani dengan segera.

“Kasihan, kepayahan Bulog nanti karena di sana (daging sa­pi) ada urusannya dengan kese­hatan, jaminan segala macam. Untuk se­karang itu belum mungkin,” kata bekas Kepala Badan Pusat Sta­tistik (BPS) itu.

Rusman me­mastikan, secara umum ada per­mainan importir dalam perma­sa­lahan langkanya daging sapi ini, termasuk se­jumlah intrik per­mainan di da­lamnya untuk me­naikkan harga. “Itu kita sudah ta­hu lah, sudah rahasia umum,” tegasnya.

Akibat kelangkaan daging ini juga, Menteri BUMN Dahlan Is­kan meminta BUMN peter­nakan, yakni PT Berdikari (Per­sero) ti­dak lagi berbisnis di luar bisnis inti (core business). Kata Dahlan, dengan adanya krisis daging di­perlukan BUMN yang andal di sektor peternakan.”Intinya saya minta Berdikari tidak boleh lagi berbisnis mebel dan bisnis asu­ransi,” tekan Dahlan. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA