Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 15 Juli 2026, 08:16 WIB
Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai
Ilustrasi (Imagined by Babbe)
Kecil Besar
rmol news logo Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak cukup stabil setelah data inflasi Juni yang lebih rendah dari perkiraan serta laporan keuangan sejumlah bank besar berhasil meningkatkan optimisme investor, meski ketegangan di Timur Tengah masih membayangi pasar.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 10,02 poin atau 0,02 persen ke 52.508,66. Sementara S&P 500 menguat 28,55 poin atau 0,38 persen menjadi 7.543,89, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 233,83 poin atau 0,90 persen ke 26.107,01. 

Penguatan Nasdaq didorong oleh rebound saham-saham teknologi dan semikonduktor. Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar, sementara sektor kesehatan menjadi yang paling tertinggal.

Sentimen positif datang dari laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juni yang menunjukkan inflasi mendingin lebih cepat dari perkiraan analis.

Data inflasi tersebut membuat pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang suku bunga tetap dipertahankan pada pertemuan Juli meningkat menjadi 83,4 persen, dibandingkan 58,3 persen sehari sebelumnya. Meski demikian, pasar masih memperkirakan setidaknya akan ada satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Musim laporan keuangan kuartal II juga dimulai dengan hasil yang kuat dari sejumlah bank besar AS. Goldman Sachs melonjak 9 persen setelah membukukan laba di atas ekspektasi berkat kuatnya aktivitas perdagangan dan transaksi korporasi. JPMorgan Chase naik 2,5 persen, sedangkan Bank of America menguat 1,9 persen setelah keduanya melaporkan laba yang melampaui perkiraan analis.

Namun, tidak semua emiten bergerak positif. Citigroup turun 5,3 persen karena investor mengkhawatirkan peningkatan belanja perusahaan meski laba melampaui ekspektasi. Wells Fargo juga melemah 2,7 persen, sedangkan IBM anjlok 25,2 persen setelah memperingatkan pendapatan kuartal kedua diperkirakan berada di bawah proyeksi pasar.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA