.Proyek rumah susun sewa (rusunawa) di bantaran kali Ciliwung masih terganjal masalah lahan, izin bangunan dan anggaran. Untuk memuluskan proyek itu, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menggandeng Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) guna mempercepat pembangun rusunawa Ciliwung.
Sekitar 34.000 orang akan direlokasi ke 22 tower rusunawa.
Menpera berharap, Jokowi bisa membantu mempercepat proÂyek ini. Apalagi, jasa Djan FaÂridz saÂngat besar atas kemeÂnangan paÂsangan Jokowi WidoÂdo-Basuki Tjahja Purnama seÂbaÂgai GuÂberÂnur dan Wagub DKI Jakarta.
Wakil Ketua Komisi V DPR biÂdang Perumahan Nursyirwan SoeÂÂjono mengingatkan pemerinÂtah untuk tidak hanya membaÂngun rusunawa. Tetapi inÂfraÂstrukÂturnya juga harus diperkuat. Di antaranya masalah izin baÂnguÂnan, status lahan, dampak lingÂkungan, keasrian lingkungan dan keselamatan penghuni di rusuÂnawa harus jelas.
“Masalah ini yang harus diperÂhaÂtikan. Artinya, tak hanya memÂÂbangun rusunawa, tapi masalah yang berkaitan dengan lingÂkuÂngan dan keselamatan pengÂhuni mesti diperhatikan. Sehingga program ini benar-beÂnar bisa diÂrasakan rakyat kecil yang berada di bantaran sungai Ciliwung,†tegas Nusyirwan.
Politisi PDIP ini mengatakan, rusunawa sangat dinanti maÂsÂyarakat kecil untuk menÂdaÂpatÂkan hunian yang layak. MenÂpera diÂharapkan bisa merealiÂsasikan proyek ini tepat waktu.
“Selama ini program peruÂmaÂhan banyak jalan di tempat. KerÂja sama dengan stakeholder diÂlakukan sana-sini, tetap saja program minim realisasi. BuÂtuh keseriusan pemeÂrintah dalam meÂrealisasikan progÂram rumah unÂtuk rakyat kecil,†cetusnya.
Menpera, katanya, harus memÂperkuat koordinasi dengan KeÂmenterian Pekerjaan Umum (PU) dalam membangun rusunawa. Selain memiliki pengalaman, pembangunan rusunawa akan lebih berkualitas dan nyaman.
“Harus ada koordinasi antara dua kementerian tersebut. ProÂyek ini haÂrus diawasi supaya tiÂdak ada peÂnyimpangan yang meÂngarah pada korupsi,†warning-nya.
Selain rusunawa, Menpera juga diminta menyelesaikan pembaÂnguÂnan rumah murah yang ada di daerah. Sebab, baÂnyak rumah murah di daerah yang ditelanÂtarÂkan alias tidak diurus pemÂbaÂngunannya.
“Kesediaan rumah murah haÂrus digenjot lagi dengan koÂmitÂmen agar angka backlog ruÂmah bisa ditekan dan rakyat bisa meÂmiliki rumah,†katanya.
Anggota Komisi V DPR MarÂwan Jafar mengatakan, sinergi dengan Pemda DKI saÂngat penÂting untuk memudahkan pemÂbangunan rusunawa baik proÂses perizinan, lahan dan lainnya.
“Saya kira birokrasi yang menghambat program peruÂmaÂhan untuk rakyat mesti dipangÂkas. Dengan kerja sama ini, peÂmerintah diharapkan mampu memÂberikan ruang bagi masyaÂrakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan hunian yang layak,†kata Marwan.
Deputi Bidang Perumahan ForÂÂmal Kemenpera Paul MarpaÂung meminta Kementerian KeÂuangan (Kemenkeu) bisa segera meÂnyeÂtujui anggaran dalam proyek ruÂsunawa yang akan diÂbangun pada 2013.
“Kami masih menunggu proÂses persetujuan anggaran dari KeÂmenkeu, sambil menunggu proÂses legalitas izin mendirikan baÂnguÂnan (IMB), tata ruang, analiÂsis mengeÂnai dampak lingÂkungan (amdal) dan status keÂpemilikan tanah di kawasan terÂsebut,†jelas Paul.
Menpera Djan Faridz menga- taÂkan, pembaÂnguÂnan rusunawa ada di delapan titik sungai CiÂliwung. Di satu titik akan meÂmiliki tiga tower berbentuk U dan totalnya akan akan berjumÂlah 22 tower.
Menurut Djan, setiap tower terÂdiri dari 900 unit. KonstrukÂsinya akan berÂdiri 15 meter di atas suÂngai, seÂhingga tidak akan mengÂganggu aktivitas perawatÂan suÂngai. SeÂluruh tower diÂtargetkan mampu menampung 34 ribu warÂga di banÂtaran suÂngai Ciliwung.
“Kami jamin rusuÂnawa itu akan meÂmenuhi persyaÂraÂtan teknis kebersihan untuk mengÂhindari kesan kekumuhan,†kata bekas SeÂnator DKI Jakarta itu. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: