Pilih Jualan Pecel Lele Atau Back To Campus

Curhat Pegawai BP Migas Pasca Dibubarin

Minggu, 18 November 2012, 10:16 WIB
Pilih Jualan Pecel Lele Atau Back To Campus
BP Migas
Kecil Besar

rmol news logo Keputusan Mahkamah Kon­sti­tusi (MK) yang membubarkan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), berakibat kepada ke­tidak jelasan nasib para kar­ya­wannya. Dikhawatirkan, ribuan orang akan kehilangan pekerjaan dari penutupan BP Migas.

Bahkan salah seorang pejabat BP Migas mengirimkan SMS yang isinya dia de­ngan nada ber­canda siap berjualan pecel lele pasca pembubaran ba­dan yang dibentuk di era Presiden Mega­wati ini.

Tak urung, putusan itu mem­buat galau ratusan pekerja BP Mi­gas baik di pusat maupun di dae­rah. Kabarnya, pegawai-pe­gawai yang berada di luar ne­geri  lang­sung di­tarik balik ke Tanah Air.

Salah satu karyawan yang di­temui di kantor BP Migas me­ngaku sudah ancang-ancang un­tuk mencari pe­kerjaan baru.

“Kalau sudah tidak ker­ja di sini lagi, kemungkinan sa­ya menjadi guru atau dosen di kam­­pus,” ucap­nya saat ditemui Rak­yat Mer­deka, ke­marin.

Seorang kawannya, menyata­kan, apabila kondisinya sangat memungkinkan untuk pindah , dia ingin men­dapatkan pekerjaan baru. Ma­kanya, dia akan merapat ke Ke­men­terian Energi dan Sum­ber Daya Mineral (ESDM).

”Ya paling pin­dah­nya ke sa­na (ESDM). Karena di­ sa­na lumayan ada banyak ke­nalan,” jelasnya.

Rabu (14/11), se­kitar 500 kar­yawan BP Migas ber­kumpul di gedung Wisma Mu­lia Jalan Gatot Subroto, Jakarta Se­latan, yang merupakan kantor BP Migas. BP Migas menempati ru­ang­an di lantai 21-40 gedung tersebut.

Dwi, salah satu karyawan yang ber­ada di lokasi menga­ta­kan, per­temuan itu hanyalah se­kedar so­sialisai kepada para pekerja di BP Migas.

“Di situ kami diberi tahu, kalau nama perusahaan di tempat kami bukan lagi BP Mi­gas. Untuk se­mentara waktu di­ubah menjadi unit pe­laksana ke­giatan usaha hulu migas,” ung­kap­nya.

Kepala BP Migas Raden Pri­yono me­minta kepada seluruh anak buah­nya agar tetap tenang. Sebab, saat ini pihaknya sedang me­mikirkan jalan ke­luar untuk mengatasi masalah ini.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, 600 pegawai BP Migas akan langsung pindah ke unit khusus di bawah Ke­men­terian ESDM. Peralihan ini ter­jadi langsung setelah Peraturan Presiden (Perpres) dikeluarkan da­lam waktu dekat ini.

Sementara, Menteri Penda­ya­gunaan Apartur Negara dan Re­formasi Birkorasi Azwar Abu­ba­kar men­jamin, pegawai yang di­pin­dahkan statusnya bukan PNS dan gajinya sama, tidak ber­ubah seperti saat di BP Migas.   [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA