332 Penerbangan Arab Saudi Dibatalkan akibat Serangan Rudal Houthi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 09 Oktober 2026, 15:18 WIB
332 Penerbangan Arab Saudi Dibatalkan akibat Serangan Rudal Houthi
Pesawat Saudi Arabian Airlines hancur akibat serangan Houthi pada Jumat, 9 Oktober 2026 (Foto: X)
Kecil Besar
rmol news logo Serangan rudal kelompok Houthi Yaman ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis, 8 Oktober 2026, memicu gangguan besar terhadap operasional penerbangan. 

Sedikitnya 332 penerbangan dibatalkan, sementara ratusan penerbangan lainnya mengalami penundaan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

Mengutip data real-time AirNav Radar yang dilaporkan media Express, Jumat, 9 Oktober 2026, sedikitnya 223 penerbangan keberangkatan di bandara tersebut juga mengalami penundaan tanpa kepastian waktu.

Serangan itu dilaporkan menghancurkan sedikitnya satu pesawat penumpang Saudi Arabian Airlines yang sedang kosong serta merusak salah satu terminal bandara.

Serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang baru serangan Houthi yang menyasar bandara sipil dan fasilitas militer di Arab Saudi selama tiga hari berturut-turut. 

Menurut laporan CNN, Houthi mengklaim menggunakan rudal jelajah, rudal balistik, dan pesawat nirawak untuk menargetkan bandara di Riyadh dan Najran.

Otoritas Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua rudal balistik di atas Riyadh. Meski demikian, puing-puing yang berjatuhan dilaporkan merusak sebuah taman kanak-kanak dan klinik medis. 

Dalam beberapa hari pertama serangan terhadap bandara di Riyadh dan Abha, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka.

Eskalasi konflik juga meluas ke sejumlah wilayah strategis di Yaman. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya mengumumkan telah merebut kembali kota pelabuhan Mocha dan sejumlah posisi di sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Namun, Houthi membantah kehilangan kendali atas Mocha dan mengklaim pasukannya masih berada di jalan-jalan kota tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan dilaporkan sepakat mulai menjalankan komitmen pertahanan kolektif serta mempersiapkan pengerahan pasukan terkoordinasi ke wilayah Arab Saudi.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA