Hal itu diungkap Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO), Bruce Hung dalam perayaan Double Tenth Day di Jakarta, Rabu malam, 7 Oktober 2026.
Hung mengatakan, sistem layanan kesehatan nasional Taiwan tidak hanya diperuntukkan bagi warga negara Taiwan, tetapi juga mencakup ratusan ribu pekerja migran Indonesia.
"Sistem layanan kesehatan nasional Taiwan tidak hanya mencakup warga negara Taiwan, tetapi juga 400 ribu pekerja migran Indonesia," ungkapnya.
Menurut Hung, akses terhadap layanan kesehatan tersebut memberikan rasa aman dan ketenangan bagi para pekerja migran Indonesia selama menjalankan aktivitasnya di Taiwan.
Mereka juga tidak perlu menunda atau ragu untuk memperoleh perawatan medis ketika mengalami gangguan kesehatan.
"Hal ini memberikan ketenangan pikiran bagi sahabat-sahabat kita dari Indonesia saat bekerja dan tinggal di Taiwan; mereka tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatan ataupun ragu untuk mencari perawatan medis saat jatuh sakit," ujarnya.
Bruce mengatakan keberadaan pekerja migran Indonesia turut menjadi bagian dari eratnya hubungan antarmasyarakat Taiwan dan Indonesia.
Selain 400 ribu pekerja migran, terdapat sekitar 18 ribu pelajar Indonesia yang kini tinggal di Taiwan dan disebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
"Lebih dari 400 ribu pekerja migran Indonesia dan 18 ribu pelajar Indonesia kini menjadikan Taiwan sebagai rumah mereka, dan masyarakat Taiwan menganggap mereka sebagai keluarga," tutur Kepala TETO.
BERITA TERKAIT: