Pertemuan bilateral ini menjadi pijakan strategis bagi Jakarta dan Busan untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi kreatif, pengembangan ekosistem perfilman, pendidikan, pertukaran talenta, hingga industri e-sport dan seni pertunjukan.
Wakil Wali Kota Busan, Kim Kyung-duk, memberikan apresiasi atas rekam jejak Rano Karno di dunia film dan menyambut hangat ambisi Jakarta menjadikan sektor kreatif sebagai tulang punggung ekonomi kota.
"Saya mengetahui Jakarta memiliki rencana besar memajukan industri perfilman. Ke depan, kami berharap pertukaran Busan dan Jakarta di bidang film, gim, serta budaya semakin aktif," kata Kim dalam siaran pers yang diterima pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Sebagai UNESCO Creative City of Film pertama di Asia yang mempopulerkan Busan International Film Festival (BIFF), Pemkot Busan berkomitmen membagikan pengalamannya mendampingi industri kreatif, termasuk pengalokasian separuh anggaran festival film dari kas daerah secara konsisten.
Menanggapi hal tersebut, Wagub DKI Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan dirinya terus melangkah konkret membangun ekosistem sinema kelas dunia.
Salah satunya tercermin dari peluncuran Jakarta Film Commission (JFC) pada 26 Juni 2026 melalui program Filming in Jakarta yang memberikan kemudahan izin lokasi, insentif pajak tontonan, serta fasilitasi rumah produksi asing.
"Kami ingin menjajaki kerja sama langsung antara Jakarta Film Commission dan Busan Film Commission, memberikan kemudahan bagi rumah produksi Busan yang ingin syuting di Jakarta, hingga mempertemukan Jakarta Film Week dengan BIFF," kata Rano .
Di sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta menjajaki kemitraan dengan kampus ternama seperti Busan National University dan Busan Asian Film School untuk menampung program beasiswa bagi warga Jakarta yang akan diluncurkan pada tahun 2027.
BERITA TERKAIT: