Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menilai penyelenggaraan JFW yang memasuki tahun keenam menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota sinema.
"Saya yakin dalam kurun lima tahun Jakarta bisa menjadi kota sinema,” kata Rano saat menghadiri konferensi pers JFW 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu 23 September 2026.
Mengusung tema “Encounters”, JFW 2026 menjadi ruang pertemuan bagi pembuat film, seniman, penonton, dan generasi baru perfilman untuk membangun jejaring, berkolaborasi, serta membuka peluang lahirnya karya-karya baru.
Tahun ini, JFW menerima lebih dari 1.200 film dari 82 negara serta 180 proposal. Rano menilai peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan Jakarta Film Week.
“Saya melihat JFW semakin banyak pesertanya. Berarti ini peningkatan yang luar biasa,” kata Rano.
JFW 2026 juga menghadirkan program baru JFW Vision yang memberikan pengalaman menikmati film melalui teknologi virtual reality (VR).
“JFW memperkenalkan program terbaru, yakni JFW Vision, di mana pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menggunakan teknologi VR,” kata Rano.
Menurutnya, upaya menjadikan Jakarta sebagai Kota Sinema tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan festival. Akses masyarakat terhadap perfilman juga perlu diperluas melalui pengembangan fasilitas bioskop dan ruang apresiasi film di berbagai ruang publik.
“Sebagai kota sinema, Jakarta terus membuka ruang yang mempertemukan manusia dan kreativitas untuk pertukaran, kolaborasi hingga lahirnya karya-karya baru,” kata Rano.
Rangkaian JFW 2026 akan berlangsung di CGV Grand Indonesia, Taman Ismail Marzuki, Mercure Jakarta Cikini, Paviliun Raden Saleh, Artotel Curated, CGV FX Sudirman, dan FX Sudirman. Pemutaran film secara daring juga dapat disaksikan melalui Vidio.
BERITA TERKAIT: