Dua Tahun Prabowo, Investasi Hilirisasi Naik hingga 30 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 08 Oktober 2026, 16:55 WIB
Dua Tahun Prabowo, Investasi Hilirisasi Naik hingga 30 Persen
Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Kecil Besar
rmol news logo Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kontribusi investasi sektor hilirisasi terhadap total investasi nasional menunjukkan peningkatan. 

Porsinya naik dari sekitar 25 persen menjadi 30 persen dalam dua tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani saat melaporkan perkembangan investasi dalam acara Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, 8 Oktober 2026.

“Dari total investasi tersebut, angka hilirisasi meningkat, Bapak. Dalam dua tahun terakhir ini, kontribusi hilirisasi dari 25 persen sudah mencapai 30 persen dari total investasi yang masuk,” ujar Rosan.

Secara keseluruhan, realisasi investasi Indonesia pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut juga menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.

Rosan mengatakan peningkatan kontribusi hilirisasi menjadi salah satu perkembangan penting dalam struktur investasi nasional. 

Pada semester I-2026, realisasi investasi sektor hilirisasi tercatat sekitar Rp300,1 triliun atau 29,7 persen dari total investasi nasional. Komoditas mineral seperti bauksit, nikel, tembaga, besi baja, dan pasir silika masih menjadi bagian utama investasi hilirisasi.

Di sisi persebaran wilayah, investasi juga semakin banyak mengalir ke luar Pulau Jawa. Rosan menyebut lebih dari 75 persen investasi yang berkaitan dengan perkembangan hilirisasi terealisasi di luar Jawa. 

“Dan lebih dari 75 persen terealisasi di luar Jawa, Bapak Presiden. Kita melihat hilirisasi ini akan terus meningkat ke depannya,” kata Rosan.

Perkembangan tersebut terlihat di Maluku Utara yang mulai berkembang dari wilayah penghasil tambang menjadi salah satu pusat industri pengolahan. 

Produk hilirisasi yang dihasilkan juga semakin beragam, mulai dari feronikel, nickel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nickel sulfate, hingga cobalt, seiring dorongan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA