Bye-bye Wacana Era Erick Thohir Merger ASDP-Pelni ke Pelindo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 08 Oktober 2026, 16:37 WIB
Bye-bye Wacana Era Erick Thohir Merger ASDP-Pelni ke Pelindo
Ilustrasi. (Foto: Humas Pelni)
Kecil Besar
rmol news logo Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia membantah adanya rencana penggabungan PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan, Pelni dan Pelindo memiliki model bisnis yang berbeda sehingga tidak memungkinkan untuk digabungkan.

“Ya pasti nggak di-merger, karena memang itu dua bisnis yang berbeda,” kata Dony saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis 8 oktober 2026.

Dony bahkan menegaskan, dirinya tidak pernah menyampaikan bahwa perusahaan di sektor maritim itu akan digabungkan.

"Saya nggak pernah sampaikan Pelni dan Pelindo akan merger. Itu dua hal yang berbeda. Satu adalah port, satu lagi adalah transportasi kan?" tegasnya.

Padahal, wacana penggabungan tiga BUMN sektor transportasi laut tersebut sebelumnya telah digulirkan sejak 2024, saat Danantara belum terbentuk dan Kementerian BUMN masih dipimpin Erick Thohir.

Saat itu, Erick menyampaikan rencana penggabungan Pelni dan ASDP ke dalam Pelindo untuk membentuk kekuatan besar di sektor maritim.

“Kita rencana Pelindo ini pun, kita akan menggabungkan Pelni dan ASDP menjadi suatu kekuatan besar di laut,” kata Erick pada 4 November 2024.

Rencana tersebut kemudian kembali ditegaskan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko kala itu. Ia mengatakan proses penggabungan ketiga perusahaan sektor maritim tersebut masih dalam tahap kajian.

Dalam skema yang disiapkan ketika itu, ASDP dan Pelni akan dilebur ke dalam Pelindo. Konsolidasi tersebut ditujukan untuk menekan biaya logistik melalui transportasi laut sekaligus menciptakan ekosistem transportasi laut yang lebih terintegrasi.

Tiko saat itu menargetkan kajian hukum dan ekonomi terkait holdingisasi ketiga BUMN tersebut rampung pada kuartal I 2025.

“Nah itu sedang kita kaji, ada kajian hukumnya sedang kita kaji, termasuk kajian ekonominya. Mungkin nanti triwulan I akhir lah kita share hasilnya seperti apa,” kata Tiko 28 Desember 2024.

Namun, setelah Danantara resmi beroperasi dan pengelolaan sejumlah aset BUMN beralih ke badan investasi tersebut, rencana penggabungan Pelni dan ASDP ke Pelindo tidak lagi terdengar.

Kini, Danantara memastikan tidak ada rencana merger Pelni dan Pelindo. Menurut Dony, perbedaan karakter bisnis menjadi pertimbangan utama dalam menentukan perusahaan BUMN yang layak dikonsolidasikan.

"Kita kan harus mencermati juga bisnis model masing-masing kan? Kan tidak bisa karena mereka laut, terus kita ya nggak bisa kita satukan juga. Karena masing-masing sudah ada best practice industri-nya. Pelindo itu port industry. Satu lagi industrinya adalah pelayaran, jadi nggak bisa, tidak ketemu dia," kata dia.

Sementara peluang konsolidasi ASDP dengan perusahaan pelayaran lain masih terbuka, sepanjang memiliki kesamaan bisnis dan dapat menciptakan efisiensi.

“Nah itu mungkin bisa, tetapi kita melihat juga apa uniqueness-nya dan semuanya kan dipertimbangkan dengan baik-baiknya. Yang sama dulu yang kita lakukan merger,” tandasnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA