Kapolda Banten Irjen Hengki menyampaikan bahwa pemantauan melalui udara akan dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan,” kata Hengki kepada wartawan, Rabu 9 September 2026.
Kendati demikian, Hengki mengingatkan masyarakat dan pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius yang telah ditetapkan.
“Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” kata Hengki.
Sebelumnya, delapan orang dinyatakan hilang kontak sejak Senin 7 September 2026, saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kedelapan orang tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, Heriyanto (49) selaku guide, serta M. Bagus Khoirunnas dari
Antara, Arie Basuki dari
merdeka.com, Donal Husni selaku fotografer lepas, Yudhistira dari
iNews, dan Daus dari
Anadolu.
BERITA TERKAIT: