Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kapolri yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan hasil renovasi Masjid Al-Adzim. Masjid tersebut kini tampil lebih representatif sebagai pusat ibadah sekaligus ruang kebersamaan bagi personel Polri dan masyarakat.
Kapolri tiba di Mapolda Riau sekitar pukul 16.30 WIB didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Turut mendampingi sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, serta Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri juga mengukuhkan Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Provinsi Riau serta Ojol Kamtibmas Presisi.
Secara simbolis, Kapolri memasangkan rompi kepada perwakilan Satgas PHK dan pengemudi ojek online sebagai tanda dimulainya peran aktif mereka dalam membantu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Kapolri, langkah yang dilakukan Polda Riau tersebut merupakan contoh nyata penerapan strategi
community policing yang mengedepankan kemitraan antara Polri dan masyarakat.
“Terima kasih Pak Kapolda yang telah membentuk Satgas PHK dan merangkul rekan-rekan ojol sebagai bagian dari sabuk kamtibmas. Ini wujud nyata kemitraan Polri dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan,” ujar Jenderal Sigit.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dinamika global yang semakin kompleks.
“Kita harus bersatu untuk mengawal Indonesia menjadi negara maju. Momentum bonus demografi harus dimanfaatkan dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dalam mengelola kekayaan alam bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan berbagai program yang dijalankan Polda Riau lahir dari semangat menghadirkan negara secara nyata di tengah masyarakat.
Pembentukan Satgas PHK serta pengukuhan Ojol Kamtibmas Presisi bukan sekadar program, tetapi bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat.
“Seluruh kegiatan ini pada dasarnya agar masyarakat merasa aman, merasa didengar, dan merasakan bahwa negara benar-benar hadir di tengah kehidupan mereka,” ujar Irjen Herry.
Ia menambahkan, gagasan tersebut lahir dari interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online dan kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dalam roda ekonomi daerah.
“Kami mendengar langsung perjuangan mereka di jalan, tentang keluarga yang mereka nafkahi, serta harapan agar kehidupan menjadi lebih aman, lebih tenang, dan penuh harapan. Polda Riau bertekad untuk mewujudkan harapan tersebut,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan silaturahmi serta penyerahan santunan kepada anak yatim dari Panti Asuhan Amanah dan Panti Asuhan Anugerah Pekanbaru.
Kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah, doa bersama, serta buka puasa berjamaah yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, serta jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Provinsi Riau.
BERITA TERKAIT: