Meniti Titian Lalatomologi

Lalat/Net

DUA jenis serangga yang berevolusi menjadi satwa domestik di perumahan manusia adalah nyamuk dan lalat.

Tidak sama dengan anjing dan kucing, nyamuk, dan lalat berperan sebagai hewan yang alih-alih dipelihara malah dikejar-kejar untuk dibasmi habis sebab dianggap membahayakan kesehatan manusia.

Lalat relatif lebih dibenci manusia akibat dianggap lebih jorok ketimbang nyamuk.

Larva nyamuk dalam bentuk jentik-jentik hidup di dalam air bersih, sementara larva lalat dalam bentuk ulat bersarang di dalam buah dan daging busuk.

Lalat menjadi pengganggu kehidupan manusia, terutama di kawasan urban di mana sampah yang dibuang oleh manusia bertumpuk secara berlimpah-ruah.

Lalat juga berkeliaran di peternakan demi mengerumuni hewan ternak mulai dari ayam, bebek sampai babi dan sapi. Bahkan ada jenis lalat vampir gemar menghisap darah kuda.

Menjijikan

Lalat dewasa berukuran sekitar 5 sampai 7 milimeter dengan warna tubuh abu- abu sampai hijau metalik dengan abdomen berwarna kuning menjijikkan serta garis-garis longitudal pada thorax dan mata terdiri dari ribuan facet.

Lalat mampu berjalan horisontal di atas meja mau pun vertikal di dinding bahkan mampu bergantung diri sambil menempel di langit-langit akibat cairan perekat yang diproduksi kaki lalat.

Lalat jenis musca domestica tidak bisa menggigit maupun menusuk kulit manusia seperti nyamuk. Namun akibat dikenal gemar hinggap di kotoran dan sampah maka kaki lalat berperan sebagai kapal-induk jutaan mikro-organisme, sehingga lalat ditakuti sebagai satwa super jorok.

Manusia selalu berusaha mengusir bahkan membunuh lalat domestika agar jangan sampai hinggap di makanan dan minuman mau pun tubuh manusia.

Sementara sapi lazim mengusir lalat dengan kibasan ekornya.

Horror

Tidak ada manusia kecuali yang menderita gangguan mental gemar memelihara lalat. Di masa kanak-kanak saya gemar mempelajari perangai satwa, maka sempat memelihara berbagai jenis serangga mulai dari jangkrik, semut, belalang sembah, undur-undur sampai nyamuk namun tidak pernah lalat.

Wajar jika saya banyak keliru dalam menafsirkan lalat melalui jalur lalatomologi.

Meski atau karena dianggap menjijikkan, pada tahun 1986 lalat diangkat ke layar lebar oleh sutradara David Cronenberg menjadi tokoh utama film horror fiksi-sains berjudul The Fly dibintangi Jeff Goldblum sukses besar Box-Office bahkan berjaya memenangkan Oscar untuk kategori Best Make-up sukses memodifikasi kepala Jeff Goldblum menjadi monster berkepala lalat.

Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Prihatin Derita Para Sahabat
Jaya Suprana

Prihatin Derita Para Sahabat

06 Maret 2021 10:25
Legowo Menerima Kritik
Jaya Suprana

Legowo Menerima Kritik

05 Maret 2021 10:52
Memohon Kemanusiaan Untuk Masyarakat Adat
Jaya Suprana

Memohon Kemanusiaan Untuk Ma..

03 Maret 2021 16:44
Teka Teki Masa Corona
Jaya Suprana

Teka Teki Masa Corona

28 Februari 2021 23:16
Ujian Pertama Presisi, Polri Harus Hukum Berat Oknum Penjual Senjata Ke KKB Papua
Jaya Suprana

Ujian Pertama Presisi, Polri..

27 Februari 2021 03:21
Belajar Mikul Duwur Mendhem Jero
Jaya Suprana

Belajar Mikul Duwur Mendhem ..

26 Februari 2021 11:18
Asyik Beternak Lalat Serdadu Hitam
Jaya Suprana

Asyik Beternak Lalat Serdadu..

25 Februari 2021 09:34
Perjalanan Panjang Theorem Fermat
Jaya Suprana

Perjalanan Panjang Theorem F..

24 Februari 2021 10:47