Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, pada Minggu, 19 April 2026.
“Tembang Alit Kartini” menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membuka jalan emansipasi perempuan Indonesia, sekaligus apresiasi bagi perempuan-perempuan inspiratif masa kini.
“Kartini bukan sekadar perempuan, ia adalah cahaya zaman. Melalui surat-suratnya, ia membuka jendela dunia bagi kaum wanita,” ujar Pendiri MURI, Jaya Suprana, Jumat, 10 April 2026.
Selain pertunjukan, ajang ini juga akan menghadirkan Penghargaan MURI Kartini 2026 bagi perempuan Indonesia berprestasi di berbagai bidang, sekaligus untuk mendorong peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional.
Pertunjukan “Tembang Alit Kartini” akan dikemas dalam format dramatik musikal yang memadukan pembacaan surat-surat Kartini dengan komposisi musik dan tari.
Narasi yang diangkat menggambarkan fase penting kehidupan Kartini, mulai dari masa pingitan hingga gagasannya tentang pendidikan perempuan. Iringan musik akan dibawakan dengan perpaduan piano, biola, cello, hingga gamelan Jawa.
Aylawati Sarwono didapuk sebagai produser eksekutif dalam pertunjukan ini. Ia dikenal aktif di dunia seni, termasuk sebagai Co-Founder Jaya Suprana School of Performing Arts serta Direktur Utama Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Sementara itu, kursi sutradara dipercayakan kepada Wawan Sofwan, aktor dan sutradara teater yang dikenal melalui pementasan pidato-pidato Soekarno.
Sejumlah tokoh perempuan nasional juga dijadwalkan turut ambil bagian dalam pembacaan surat Kartini, di antaranya Halida Nuriah Hatta, Hetty Andika Perkasa, Ike Nirwan Bakrie, Inaya Wulandari Wahid, hingga Nanik Hadi Tjahjanto.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Laskar Indonesia Pusaka bersama Jaya Suprana School of Performing Arts dan MURI, serta didukung sejumlah pihak, termasuk Perpustakaan Nasional RI.
BERITA TERKAIT: