Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Ikut Gabung Investasi Bodong MeMiles, Anggota Keluarga Cendana Akan Dipanggil Polda Jatim

Kapolda Jawa TImur, Irjen Luki Hermawa/RMOLJatim

Korban investasi bodong MeMiles makin melebar. Setelah artis Marcello Tahitoe, anggota keluarga Cendana di era Orde Baru juga terdeteksi gabung dalam aplikasi di bawah naungan PT Kam And Kam tersebut.

Hal ini diungkap Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan kepada wartawan, Kamis (16/1). Luki menyebut nama keluarga Cendana tersebut muncul dari keterangan sejumlah tersangka serta hasil data forensik.

"Saya nggak nyebut lebih detail lho ya, yang jelas ada (anggota keluarga Cendana) inisial AHS yang mungkin dipanggil Selasa depan. Kami lakukan pemanggilan ini berdasarkan wawancara dan data forensik, ada mengarah kepada AHS, istrinya, dan satu orang keluarganya," ungkap Luki dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (16/1).

Diungkapkan Luki, saat bergabung di MeMiles, keluarga Cendana tersebut telah mendapatkan reward.

"Mendapatkan reward dua kendaraan mewah. Kami lihat lagi di pemeriksaannya nanti, yang jelas yang bersangkutan ikut di dalamnya dan mendapatkan reward," tambah Luki.

Diketahui, saat ini Polda Jatim telah menetapkan empat tersangka dalam kasus MeMiles. Yakni Kamal Tarachan atau Sanjay alias KTM (47) warga Jalan Kintamani Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara sebagai direktur PT Kam And Kam; Suhanda alias FS (52), warga Gang Masjid Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sebagai manajer; Martini Luisa alias MH atau Dokter Eva (54) sebagai motivator atau pencari member; dan Prima Hendika alias PH (22) sebagai ahli IT aplikasi MeMiles.

Kasus ini terbongkar saat Polda Jatim mendapati investasi MeMiles yang belum berizin meski telah memiliki 264 ribu nasabah atau member. Bahkan MeMiles telah mengantongi omset hingga Rp 750 miliar. Namun, polisi hanya menyita uang total Rp 122 miliar yang tersisa di rekening utama.
EDITOR: AGUS DWI

Artikel Lainnya

Kepolisian Negara Republik Indonesia