Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Penikam Wiranto Sudah Lama Dipantau Tapi Tidak Ditangkap, Ini Penjelasan Polisi

Laporan: Idham Anhari | Jumat, 11 Oktober 2019, 16:57 WIB

Abu Rara dan istri Fitria Adriana/Net

Badan Intelijen Negara (BIN) telah mendeteksi pergerakan Syahril Alamsyah alias Abu Rara dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sebelum melakukan penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto.

Meski sudah terdeteksi, namun tidak semata-mata bisa langsung dilakukan penangkapan atau preventif strike.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, kelompok teroris bergerak dalam enam tahapan.

Pertama, yakni berjaga-jaga atau melakukan perencanaan. Di tahap ini, mereka biasa menjalin komunikasi melalui media sosial maupun secara langsung.

Kedua, tahap rekrutmen dari tokoh kelompok tersebut kepada orang-orang memiliki simpati kepada pergerakan ISIS.

Ketiga, tokoh tersebut menggelar taklim umum kepada rekrutannya, hal ini guna mendoktrinisasi paham radikalisme dan mengajarkan "jihad".

Keempat, melakukan taklim khusus. Tokoh tersebut menilai bagaimana kesiapan dari orang-orang yang berhasil direkrut.

Kelima, mereka menggelar tahap idad atau semacam pelatihan perang, maupun merancang bom dan sejenisnya.

Kenam, kelompok teroris ini baru melakukan amaliyah dengan menyerang target tertentu, seperti bangunan, orang maupun kelompok.

Dedi menjelaskan, untuk Abu Rara sejauh ini baru sampai pada tahap keempat, yakni mengikuti taklim khusus. Oleh karena itu, aparat belum bisa melakukan preventif strike atau penangkapan, karena tidak ada bukti awal yang cukup.

"Sebelum ada langkah empat dan lima kita masih monitoring, karena bukti permulanan kejahatan belum ada bukti cukup, seperti yang dilakukan Abu Rara," kata Dedi saat jumpa pers, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).

Dedi menerangkan, Abu Rara sejauh ini diketahui hanya sekali bersentuhan dengan Abu Zee, pimpinan kelompok JAD Bekasi. Abu Rara bersama istrinya Fitria Adriana merupakan simpatisan kelompok JAD Bekasi pimpinan Abu Zee yang sudah ditangkap pada 23 September lalu.

Kemudian, Abu Rara dan istri pergi ke Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten. Di lokasi barunya itu, tidak terlihat ada upaya pelanggaran hukum yang mereka lakukan.

"Dengan Abu Zee sekali komunikasi lalu dia pergi ke Menes. Di situ belum ditemukan bukti otentik perbuatan melawan hukum," jelas Dedi.

Kondisi ini berbeda dengan Abu Zee dan delapan orang anggotanya yang sudah ditangkap lebih awal. Pergerakan mereka sudah masuk tahap kelima. Dibuktikan dengan melakukan idad di Gunung Halimun, Bogor.

"Kelompok Abu Zee mereka sudah beli bahan peledak dan lain-lain, sudah merencanakan amaliyah. Jadi kita hanya bisa memonitor, ini kan amaliyah Abu Rara spontanitas. Makanya, ada kesempatan dia langsung memanfaatkan bersama istrinya," demikian Dedi.

Artikel Lainnya

Pengedar Narkoba Musnahkan Sendiri Sabu Dan Ekstasi Dagangannya

Pengedar Narkoba Musnahkan Sen..

Senin, 18 November 2019
23 Terduga Teroris Ditangkap Pasca Bom Medan, Termasuk Pemimpin Spiritual

23 Terduga Teroris Ditangkap P..

Senin, 18 November 2019
Edarkan Ekstasi, Syahrul Gunawan Dan Astuti Disikat Polisi

Edarkan Ekstasi, Syahrul Gunaw..

Senin, 18 November 2019
Pasca Bom Polrestabes Medan, Densus Berhasil Tangkap 23 Orang, 2 Diantaranya Ditembak Mati

Pasca Bom Polrestabes Medan, D..

Senin, 18 November 2019
Ada 18 Teroris Yang Diperiksa Di Mako Brimob Medan

Ada 18 Teroris Yang Diperiksa ..

Minggu, 17 November 2019
2 Terduga Teroris Tewas Usai Baku Tembak Dengan Densus 88

2 Terduga Teroris Tewas Usai B..

Sabtu, 16 November 2019
Dianggap Menista Agama, Sukmawati Soekarnoputri Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

Dianggap Menista Agama, Sukmaw..

Sabtu, 16 November 2019
Densus 88 Tembak Mati Dua Terduga Teroris Di Kota Datar

Densus 88 Tembak Mati Dua Terd..

Sabtu, 16 November 2019
Kepolisian Negara Republik Indonesia