Ketua MPR, Zulkifli Hasan mengutuk keras perkelahian tersebut. Menurut Zulkifli, insiden tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan demokrasi di Indonesia.
"Pilpres ini cara kita ber-Pancasila dan berdemokrasi untuk bersatu berdaulat adil dan makmur," ujar Zulhas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11).
Ketua Umum PAN itu mengimbau masyarakat tidak saling memprovokasi pada situasi menjelang pilpres seperti saat ini.
"Janganlah memanas-manasi. Silakan kalau perlu ada harapan baru silakan, mau yang A silakan, mau yang B silakan," tegas Zulhas.
Aksi duel berujung maut terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Aksi bermula dari debat panas saling menantang di media sosial
Facebook lalu karena beda pilihan di pilpres 2019.
Subaidi, seorang tukang gigi, tewas setelah tubuhnya ditembus peluru panas dengan pistol rakitan milik Andika, pelaku. Korban warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, batal mendatangi pasiennya di Desa Sukobanah Laok, Rabu (21/11) siang.
Di tengah jalan, dia bertemu pelaku, pria pemilik akun
Facebook yang menantang korban lewat komentar di status Facebook.
Keduanya pun terlibat duel. Korban membawa senjata tajam dan pelaku membawa pistol rakitan. Akhir cerita, pelaku menembak dada korban hingga tembus ke punggung dan korban pun tewas.
"Dalam hitungan jam, Polres Sampang berhasil membekuk pelaku," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, Sabtu (24/11).
[lov]
BERITA TERKAIT: