Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Kementan Jalin Kerjasama Dengan Taiwan Optimalkan Lahan Rawa Dan Tadah Hujan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 15 Oktober 2018, 20:53 WIB
Kementan Jalin Kerjasama Dengan Taiwan Optimalkan Lahan Rawa Dan Tadah Hujan
Amran Sulaiman bertukar cindera mata dengan Menteri Pertanian Taiwan, Tsung-Hsien Lin/Net
rmol news logo Indonesia akan bekerja sama dengan Taiwan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa dan tadah hujan.

Kedua lahan tersebut berpotensi besar dalam menyediakan pangan, baik mencukupi kebutuhan dalam negeri maupun meningkatkan volume ekspor.

"Untuk itu, optimalisasi pemanfaatan potensi tersebut memerlukan dukungan teknologi Pemanenan Air Hujan (Rain Water Harvesting System) dari Taiwan dalam bentuk embung, dam parit, dan long storage," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Amran menjelaskan kerjasama ini dibicarakan saat dirinya berkunjung ke Taiwan pada 9 Oktober 2018 lalu. Pertemuaanya dengan Menteri Pertanian Taiwan, Tsung-Hsien Lin berdampak positif.

Tsung akan menugaskan tim ahli untuk membantu Indonesia membangun fasilitas Rain Water Harvesting System. Teknologi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari hanya satu kali tanam dalam setahun menjadi tiga kali untuk areal tadah hujan serta dari lahan rawa yang saat ini sama sekali belum termanfaatkan menjadi tiga kali tanam per tahun.

Perlu diketahui, saat ini telah terdapat kesepakatan kerjasama pengembangan sistem pertanian modern terintegrasi yang menerapkan teknologi Rain Water Harvesting System untuk mendukung integrasi pertanaman padi dengan hortikultura dan peternakan bebek.

Pada tahap awal, telah ditetapkan areal pengembangan yang berlokasi di Kabupaten Karawang seluas 400 hektar yang nantinya akan diperluas hingga 1000 hektar. Dalam kerangka kerjasama tersebut, juga disepakati kegiatan pelatihan bagi 30 orang petani Karawang yang akan dilaksanakan di Taiwan.

Lanjut Amran, kunjungannya ke Taiwan juga membahas komitmen investasi Taiwan mengembangkan industri gula di Indonesia Rp20 triliun, membuka pasar ekspor manggis Indonesia ke Taiwan, serta program Magang Petani Indonesia di Taiwan.

Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut, Taiwan juga membeberkan keberhasilan implementasi sejumlah kegiatan kerjasama Taiwan-Indonenesia selama ini telah memberikan dampak konkrit bagi peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia. Yakni pengembangan inkubasi agribisnis di Lembang, Bogor dan Bali, serta kemajuan implementasi proyek pengembangan pertanian modern terintegrasi di Karawang.

Untuk itu jugalah Amran memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan Taiwan bagi pengembangan sektor pertanian di Indonesia.

Ia pun membeberkan kemajuan pertanian Indonesia yang sangat menggembirakan kurun waktu empat tahun terakhir, khususnya produksi sejumlah komoditas pertanian strategis yang meningkat secara signifikan sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri dan bahkan melakukan ekspor ke sejumlah Negara.

"Dalam tiga tahun terakhir, ekspor komoditas pertanian Indonesia meningkat hingga 24 persen. Naik 24 persen dibanding 2016, sehingga berdampak pada surplusnya neraca perdagangan pertanian 2017 sebesar  Rp214 triliun. Capaian ini tentu karena kerja keras dan pengembangan pertanian Indonesia sudah menggunakan teknologi modern," ungkap Amran.

Amran berharap agar SDA pertanian yang berlimpah di Indonesia dapat disinergikan dengan keunggulan teknologi pertanian yang dimiliki Taiwan. Utamanya pada teknologi sistem pemanenan air hujan dan teknologi maju lainnya.

"Bila ini dapat dilaksanakan, maka akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian yang kuat, sehingga cita-cita Indonesia untuk menjadi lumbung pangan Asia dan bahkan dunia dapat segera terwujud," pungkasnya. [nes]

EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA