Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat terdapat 580 rumah tangga yang masuk dalam kategori pra sejahtera dan sejahtera 1, dengan rata-rata anggota keluarga per rumah tangga sebanyak 4.08 orang.
"Sumber pendapatan utama adalah buruh pertanian (38.4 persen) dan buruh non pertanian (49.1 persen)," ujar Amran.
Di Desa Cikencana, mereka yang bisa menerima bantuan Bekerja adalah warga dengan pendapatan rata-rata per rumah tangga sebesar Rp 1.419.900/KK/bulan atau Rp 348.015/Kap/bulan. Angka tersebut lebih rendah dari garis kemiskinan BPS yang tercatat per September 2017 lalu yakni sebesar Rp 370.910/Kap/bulan.
Amran berharap tiga bulan kedepan usai menerima bantuan Bekerja pendapatan masyarakat meningkat hingga 5.8 persen menjadi Rp 1.502.513/KK/bulan. Sehingga pada 6 bulan hingga 12 bulan ke depan, rata-rata pendapatan meningkat lagi hingga 283,7 persen menjadi Rp 4.101.513/KK/bulan.
Dengan Program Bekerja ini, Kementan melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengintensifkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memberikan ternak. Dari 60 rumah tangga penerima bantuan, 40 rumah tangga mendapatkan Ayam sebanyak 50 ekor per rumah tangga, sementara 20 rumah tangga lainnya mendapatkan bantuan berupa domba dan kambing.
Kementan melalui Ditjen Holtikultura memberikan bantuan berupa 100 batang bibit jeruk, 106 batang bibit durian, 60 batang bibit papaya, 250 pot sayuran dalam polybag, 1 kg (untuk 5 ha) benih cabai besar dan cabai rawit, 0,75 kg (untuk 1 ha) mentimun, 4 kg (untuk 0,75 ha) bayam, dan benih cabai 8 tray dan 200 polybag. Bantuan juga meliputi 4 ha kawasan cabai berupa benih, pupuk, mulsa, cultivator 1 ha, dan handspraye 1 buah, serta kawasan pisang untuk 1 ha. Total bantuan mencapai Rp. 171,3 juta.
[rus]
BERITA TERKAIT: