MPR Ajak Mubaligh Ikut Berantas Korupsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 26 September 2017, 14:38 WIB
MPR Ajak Mubaligh Ikut Berantas Korupsi
Zulkifli Hasan/Net
rmol news logo . Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak para ulama dan mubaligh untuk ikut memberantas korupsi dengan menolak politik uang dan memilih pemimpin terbaik dengan akal sehat.

"Pilihlah (kepala daerah atau anggota dewan) dengan akal sehat dan rasional, yang bisa melakukan perubahan, amanah, dan sungguh-sungguh membawa kemajuan," kata Zulkifli.

Hal itu ditegaskan Zulkifli dalam acara Orasi Kebangsaan di Pelantikan DPW Badan Koordinasi Mubaligh (Bakomubin) seluruh Indonesia di Gedung Nusantara V MPR RI, Jakarta, Selasa (26/9).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pengarah Bakomubin KH. Anwar Sanusi, Ketua Umum Bakomubin Deddy Ismatullah serta ratusan kiai dan ulama dari seluruh Indonesia.

Zulkifli menyatakan bahwa MPR siap bersinergi dengan mubaligh dan ulama untuk mewujudkan Indonesia yang demokratis, bersih dari korupsi dan berkeadilan.

Zulkifli sadar pentingnya peran mubaligh dan ulama di masyarakat. Menurutnya, sebagai sosok yang tidak berhenti ceramah, mubaligh dan ulama penting untuk diberikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Mubaligh dan ulama dekat dengan masyarakat, jika mereka sudah paham maka diharapkan mereka ikut menyebarkan nilai-nilai kebangsaan," ungkap Zulkifli

Pada kesempatan itu, Zulkifli juga menyampaikan bahwa saat ini Pilkada menjadi salah satu problem bangsa Indonesia karena calon yang menggunakan uang, maka ketika terpilih kepala daerah akan mencari uang.

Saat ini bahkan dalam dua minggu sekali terjadi operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

"Kalau segala urusan menggunakan uang, milih DPR dan kepala daerah memakai uang, begini jadinya OTT dimana-mana," tutupnyap. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA