Unpar Juara Debat Konstitusi MPR 2017

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 29 Agustus 2017, 20:36 WIB
Unpar Juara Debat Konstitusi MPR 2017
rmol news logo Universitas Katolik Parahiyangan (Unpar) Bandung keluar sebagai pemenang ajang Debat Konstitusi MPR 2017. Unpar mengalahkan rival satu kotanya Universitas Padjadjaran dalam final Debat Konstitusi MPR yang berlangsung di Plasa Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Jakarta (Selasa, 29/8).

Dalam final, Unpar sebagai Tim Kontra melawan Unpad sebagai Tim Pro dalam mosi perdebatan tentang 'memasukkan Pancasila dan sila-silanya ke dalam UUD NRI Tahun 1945'. Unpar beragumen kontra terhadap mosi 'memasukkan Pancasila dan sila-silanya ke dalam UUD NRI Tahun 1945', sedangkan Unpad mempertahankan argumen pro terhadap mosi.

Setelah melewati tiga babak yaitu argumen pembuka, bidasan (saling berdebat) dan pernyataan kesimpulan, Unpar berhasil unggul tipis. Juri memberi nilai 2308,4 untuk Unpar dan Unpad mendapat 2279,9. Dengan nilai itu, Unpar berhasil keluar sebagai juara Debat Konstitusi MPR tingkat mahasiswa tahun 2017.

Anggota Dewan Juri dalam final Debat Konstitusi MPR 2017 TB. Soenmanjaya mengaku menikmati perdebatan sepanjang final debat.
"Saya menikmati perdebatan dalam debat konstitusi ini. Sungguh ini membangun khasanah," ujarnya.

Meski demikian, Soenmanjaya memberikan catatan terhadap peserta debat khususnya pada putaran final. Menurutnya, rata-rata peserta tidak konsisten dalam penyebutan UUD.

"Seharusnya penyebutan UUD secara lengkap yaitu UUD NRI Tahun 1945," katanya.

Selain itu, peserta mengabaikan aturan tambahan pasal 2 bahwa UUD 1945 terdiri dari pembukaan dan pasal-pasal.

"Jadi tidak tepat kalau masih ada yang menggunakan istilah batang tubuh," tambah Soenmanjaya.

Kepada peserta debat, dia berpesan untuk terus belajar dan menyumbangkan pemikiran konstitusi untuk MPR.

"Belajarlah terus dan sumbangkan pemikiran ke Badan Pengkajian MPR," pinta Soenmanjaya yang juga wakil ketua Badan Pengkajian MPR RI.
 
Meraih kemenangan sebagai juara pertama, Ivan Tjahjadi mengaku bangga karena telah membawa nama almamaternya dalam Debat Konstitusi MPR 2017. Dia berharap argumen-argumen dalam debat bisa menyumbangkan pemikiran-pemikiran kepada MPR.

Menurut Ivan, persiapan yang dilakukan menghadapi debat tergolong singkat.

"Tim Unpar melakukan persiapan singkat untuk mengikuti debat konstitusi ini. Persiapan yang dilakukan sekitar seminggu untuk mengikuti Debat Konstitusi ini. Tim Unpar mempersiapkan diri tak lama setelah pengumuman dari tingkat regional," jelas mahasiswa Fakultas Hukum Unpar semester tujuh itu.

Meski demikian, Ivan sudah terbiasa mengikuti debat. Dia sudah lima kali mengikuti debat, diantaranya di Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, dan tingkat provinsi.

"Latihan berdebat setiap hari. Sejak lama sudah menyukai public speaking dan belajar debat secara otodidak. Di kampus ada komunitas yang khusus untuk debat. Setiap hari mengikuti latihan. Tiga peserta dari Unpar mengikuti latihan berdebat setiap hari," imbuhnya.

Dalam ajang final, Universitas Islam Negeri Wali Songo keluar sebagai juara ketiga, sedangkan juara keempat ditempati Universitas Hasanuddin. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA