Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf mengungkapkan bahwa peran serta kiprah publikasi media massa nasional terhadap kerja-kerja serta program-program MPR kepada masyarakat Indonesia secara luas sangatlah penting. Bahkan, MPR menempatkan bidang publikasi dalam porsi yang lumayan besar dan salah satu yang utama.
"MPR memiliki visi, program serta kerja-kerja sesuai kewenangannya. Setelah visi, program serta kerja-kerja dijalankan, maka peran media menjadi sangat penting dalam menerjemahkannya kepada masyarakat," katanya.
Namun, lanjutnya, memang kerja-kerja dan program MPR berada dalam lingkaran kenegaraan seperti soal Pancasila dan konstitusi yang banyak pihak enggan membicarakan karena terkesan kaku. Inilah sisi pentingnya peran media massa yang dengan caranya mampu menerjemahkan soal kerja dan program MPR menjadi bahan pengetahuan yang bisa dipahami dan dicerna masyarakat siapapun itu.
"Dengan begitu masyarakat selain mendapatkan pendidikan soal politik, kenegaraan serta demokrasi, masyarakat juga mengetahui kerja-kerja dan porgram-program MPR sehingga diharapkan akan muncul trust atau kepercayaan dari masyarakat kepada MPR," terangnya.
Melihat fakta tersebut, Ma'ruf Cahyono berharap masukan dari media massa nasional bagaimana menerjemahkan kerja-kerja dan program-program MPR dari perspektif media massa kepada masyarakat luas, sehingga MPR ke depan akan melakukan perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan-penyempurnaan visi, program dan teknis penyampaian.
Dalam proses berjalannya diskusi, respon peserta sangat baik terhadap kerja-kerja serta program-program MPR RI. Banyak sekali masukan dan kritik membangun yang muncul dari para peserta. Diantaranya, soal perlunya pembenahan dan pengayaan metode-metode penyampaian program MPR dan perlunya MPR mampu menggal wacana-wacana serta isu-isu menarik dan memiliki daya berita tinggi seputar program MPR.
[rus]
BERITA TERKAIT: