Dalam pertemuan tersebut, Oso sapaan akrab Oesman Sapta, memuji GMNI yang mampu menerjemahkan segala macam persoalan kebangsaan. Lebih lanjut Oso mengharap agar organisasi yang lahir pada tahun 1953 itu untuk lebih banyak melakukan aktivitas yang bertujuan mengembangkan wawasan kebangsaan.
Apa yang diharapkan Oso disikapi dengan iya oleh Chrisman Damanik. Menurut mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah itu apa yang dikatakan Oso benar.
"Mahasiswa dan pemuda adalah aset bangsa," ujarnya.
Dikatakan bahwa ke depan masalah kebangsaan adalah masalah yang penting. Dalam masalah paham kebangsaan, ia menyatakan bahwa paham yang dikembangkan bukan paham yang sempit namun nasionalisme Indonesia yang luas.
Dalam pertemuan itu, Chrisman mengakui bahwa Oso banyak memberi motivasi pada GMNI. Diharapkan organisasi ini untuk terus bergerak dan berjuang demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
"Kita diharapkan untuk terlibat dalam pembangunan. Pada hal yang lebih konkret dan riel," tambahnya.
Chrisman menyatakan organisasinya siap melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga negara. Ia siap membantu MPR dalam melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Itu merupakan suatu kewajiban bagi kami. Kami siap membantu dan sudah melakukan sosialisasi," paparnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: