Ketua MPR Ajak Kader IMM Dan IPM Ikut Warnai Medsos

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 05 Oktober 2016, 14:59 WIB
Ketua MPR Ajak Kader IMM Dan IPM Ikut Warnai Medsos
Foto/Humas MPR
rmol news logo . Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima rombongan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10). Pertemuan dengan kedua organisasi otonom Muhammadiyah itu berlangsung dengan santai, diselingi canda tawa.

Kepada Zulkifli, Ketua PP IMM Taufan Putra Revolusi antara lain menyampaikan agenda-agenda yang akan dilakukan organisasi yang dipimpinnya. Antara lain soal pemerataan kaderisasi di lingkungan IMM. Selain itu IMM kata Taufan, akan ikut terlibat lebih dalam pada persoalan kebangsaan, terutama menyoal kedaulatan.

"Kedaulatan yang seutuhnya, yaitu kedaulatan di bidang sosial, politik dan ekonomi," kata Taufan menambahkan.

Sementara Ketua PP IPM Khoirul Huda pada kesempatan tersebut menyampaikan undangan kepada Ketua MPR, untuk hadir pada acara Muktamar IPM yang akan berlangsung di Samarinda pada pertengahan November. Huda juga berharap, Ketua MPR berkenan menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR di kalangan muktamirin IPM.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menyambut dengan baik harapan yang disampaikan oleh kedua tamunya. Zulkifli juga mendorong agar IMM bisa terlibat lebih aktif dalam mempersiapkan generasi muda.

"Untuk Muktamar IPM, saya akan hadir, seperti yang biasa saya lakukan pada Muhammadiyah. Saya juga akan menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR bagi para muktamirin," kata Zulkifli menambahkan.

Kepada tamunya, Zulkifli berharap bisa terlibat aktif dalam kemajuan teknologi, khususnya media sosial. Apalagi medsos sudah berkembang sangat pesat, dan mampu mempengaruhi arah opini masyarakat. Gunakan medsos sebagai kampanye kebaikan.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli juga mengajak IMM dan IPM berkontribusi dalam Pilkada Serentak pada Februari 2017. Terutama dalam memilih kepala daerah, yang bisa memimpin dan membangun daerah, bukan sebaliknya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA