Sayangnya Pancasila Sekedar Pengetahuan Tidak Direalisasikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 03 Oktober 2016, 15:16 WIB
Sayangnya Pancasila Sekedar Pengetahuan Tidak Direalisasikan
Pancasila/Net
rmol news logo Keberadaan Pancasila semakin jauh dari praktek kehidupan sehari-hari. Buktinya, semakin banyak diketemukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan Pancasila. Seperti korupsi, kenakalan remaja, minimnya kesopanan dalam pergaulan, hingga praktek main hakim sendiri.

Peristiwa seperti ini semakin kentara terjadi sejak reformasi. Karena sejak reformasi, bangsa Indonesia memang tidak tepat dalam menterjemahkan Pancasila. Pancasila bahkan dihilangkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk dalam kurikulum pelajaran sekolah.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Fraksi PKB MPR RI Abdul Kadir Karding saat menjadi narasumber pada dialog pilar negara yang berlangsung di Press Room Parlemen, Jakarta, Senin (3/10). Bersama Dr. Yudi Latif, Karding membahas tema 'Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Rangka Hari Kesaktian Pancasila'.

Tercerabutnya Pancasila, termasuk dari kurikulum mata pelajaran, membuat kehidupan bangsa Indonesia menjadi kering dari nilai-nilai Pancasila. Yang lebih memprihatinkan keringnya kehidupan berpancasila, itu dipraktekkan oleh para pemimpin negara, pemuka agama dan pemimpin sosial.

"Banyak orang yang menjadikan agama menjadi kedok bagi kejahatan yang dilakukan. Demikian juga para pemimpin negara dan pemimpin sosial," kata Karding menambahkan.

Karena itu menurut Karding sudah waktunya Pancasila kembali menjadi materi pelajaran dalam kurikulum pelajaran.

Sementara Yudi menganggap sebagai filsafat negara, Pancasila merupakan sistem nilai yang sangat baik. Rasional, sistematilk dan bersifat universal. Sayangnya nilai-nilai yang baik itu tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai baik yang ada di dalam Pancasila juga tidak dilakukan sebagai pendirian hidup.

"Saat ini Pancasila sekedar menjadi pendirian hidup yang ada di dalam pengetahuan akademik tapi tidak direalisasikan. Kita telah gagal menjadikan Pancasila sebagai pendirian hidup," ujar Yudi.

Karena itu, Pancasila harus dijabarkan menjadi lifestyle dalam kehidupan sehari-hari. Bukan semata menjadi kekayaan filsafat pengetahuan yang hanya dikagumi para terpelajar. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA