Politisi Hanura: Anak Buah Menhub Jonan Bohong!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 15 Maret 2016, 16:18 WIB
Politisi Hanura: Anak Buah Menhub Jonan Bohong<i>!</i>
rmol news logo Anggota DPR dari Fraksi Hanura, Capt. Djoni ‎Rolindrawan mendesak Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menindak oknum-oknum di Kemenhub yang mempersulit penerbitan ijazah pelaut. Sebab, gara-gara ulah oknum itu, ribuan perwira pelaut tidak bisa berlayar.

Dini hari kemarin, Sekretaris Fraksi Hanura di MPR ini dicurhati beberapa perwira pelaut soal updating sertifikat kompetensi (ijazah) yang prosesnya sangat lama.

Yosh George M Paulus (AIP-16), seorang perwira pelaut, mengadu kepada Djoni bahwa dirinya dan teman-temannya telah mengikuti updating Ahli Nautika Tingkat I (ATT-I) di Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) sejak akhir November 2015.

Kemarin, Djoni mendapat jawaban dari salah satu pengawai Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut, Donald Karundeng ‎yang menyatakan, ijazah itu belum keluar karena Yosh dkk belum memiliki Sertifikat Engine Resource Management (ERM). Djoni menyebut, jawaban Donald Karundeng itu bohong.

"Ditkapel Perhubungan Laut telah melakukan pembohongan publik dengan mengatakan bahwa yang bersangkutan belum memenuhi persyaratan karena sertifikat keterampilan (COP/Certificate of Proficiency) Engine Resource Management (ERM) belum dimiliki oleh yang bersangkutan.‎ Saya pastikan Yosh sudah memiliki Sertifikat ERM," tegas eks nakoda ini di Gedung DPR, Selasa (15/3).

Dalam tanggapan Donald juga disebutkan bahwa proses di Ditkapel Perhubungan Laut tidak lebih dari tiga hari. Menurut Djoni, ini juga pembohongan. Sertifikat itu baru keluar setelah satu bulan. Sedangkan untuk pelaut lain, malah belum keluar padahal sudah lama ikut ujian.

‎"Menurut Yosh, ijazahnya baru keluar kemarin. Jika dihitung-hitung prosesnya memakan waktu yang lama, padahal dia mengikuti ERM tanggal 11-14 Februari 2016, kenyataannya ijazah keluar di internet tanggal 14 Maret 2015," jelas Djoni.

Untuk itu, Djoni mendesak Menhub Ignasius Jonan memperbaiki aspek pelayanan publik di Kementerian Perhubungan. "Menhub agar menindak oknum-oknum yang mempersulit proses ijazah pelaut karena bertentangan dengan semangat reformasi birokrasi," ucapnya.

Anak buat Wiranto ini juga meminta Jonan segera menerbitkan ijazah untuk ribuan pelaut lain agar mereka bisa segera melaut. "Agar segera menerbitkan ijazah pelaut lainnya yang telah memenuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA