Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan bahwa intervensi itu bisa menjadi ancaman bagi masyarakat di perbatasan.
"Intervensi yang menyangkut perdagangan, termasuk narkoba, di perbatasan akan menjadi ancaman bagi negara kita," kata dia usai serap aspirasi di Gedung Pertemuan Kantor Bupati Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (8/1).
Menurut dia, narkoba menjadi salah satu barang yang diselundupkan dari negara tetangga di perbatasan.
"Ini yang perlu kita waspadai dan mengingatkan semua anak bangsa. Kalau sudah ada intervensi, mau tidak mau kita terancam," tegas OSO.
Intervensi dari negara lain di perbatasan berakibat pada aspek yang lain seperti pengangguran, kebodohan, kemiskinan. "Itulah problem yang harus kita hadapi sekarang," imbuh OSO.
Anggota DPD dari Kalimanan barat ini menambahkan, wilayah perbatasan memang harus dibangun agar tidak timpang dengan daerah perbatasan negara tetangga.
"Saya sudah bawa pimpinan MPR ke sini (perbatasan di Kalbar). Juga bawa presiden ke perbatasan. Hasilnya sudah bisa kita lihat, jalan yang bagus di perbatasan," paparnya.
Sementara itu dalam kegiatan serap aspirasi beragam aspirasi muncul seperti persatuan umat beragama, pembangunan pasar tradisional, pembangunan jembatan dan lainnya. Dalam kesempatan itu, mantan Ketua DPRD Sanggau Umar menyampaikan aspirasi tentang pemekaran daerah kabupaten baru Sengkayang Raya dan provinsi baru Kapuas Raya.
Menanggapi aspirasi itu, OSO mengungkapkan bahwa pembentukan kabupaten baru Sengkayang Raya sudah ditangani Komisi II DPR. Dia meminta masyarakat sendiri untuk memantau terus perkembangan di Komisi II DPR. Sementara untuk pembentukan provinsi baru Kapuas Raya, MPR sudah menyurati Menteri Dalam Negeri.
"Saya tidak tahu sudah sampai mana. Tapi untuk pemekaran daerah memang perlu keseragaman pada pemerintah provinsi. Saya dukung pemekaran daerah karena akan mempercepat pertumbuhan ekonomi," demikian OSO.
[sam]
BERITA TERKAIT: