Ketua MPR Paparkan Kebesaran Jiwa Pemuda Dahulu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 01 November 2015, 16:17 WIB
Ketua MPR Paparkan Kebesaran Jiwa Pemuda Dahulu
Zulkifli Hasan
rmol news logo . Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menuturkan Indonesia dikaruniai wilayah yang luas, penduduk yang melimpah dengan beragam suku bahasa dan agama, serta kekayaan alam yang luar biasa.

"Tak ada negeri seperti Indonesia," kata Zulkifli saat Sosialisasi 4 Pilar MPR di hadapan ribuan warga Muhammadiyah daerah Lampung Tengah, Lampung (Minggu, 1/11).

Lebih lanjut ketua umum PAN itu mengatakan, kita harus bersyukur sebab pemimpin dahulu memiliki jiwa yang sangat besar dalam masalah tata negara.

"Kita baru memperingati Hari Sumpah Pemuda. Betapa besar jiwa pemuda dulu. Para pemuda memilih bahasa melayu sebagai bahasa Indonesia padahal bahasa melayu minoritas. Betapa hebatnya jiwa pemuda dulu," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, apabila ada tawuran pemuda saat ini, hal itu sebagai hal yang ketinggalan jaman. "Setelah 17 tahun Sumpah Pemuda, Indonesia merdeka. Dalam kemerdekaan, Indonesia memiliki Pancasila. Tak banyak negara seperti ini. Ini karena pemimpin dahulu memiliki visi yang jauh ke depan," tambah Zulkifli.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa saat ini MPR memiliki empat konsensus empat pilar yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita sudah memilih secara bulat NKRI sehingga siapapun kita adalah Indonesia. Oleh karena itu tak boleh lagi ada pertengkaran yang menimbulkan perpecahan. Kalau ada masalah selesaikan hal itu dengan musyawarah penuh etika.

Kembali kepada masalah kekayaan alam, Zulkifli mengatakan banyak negara besar memiliki sumber daya alam yang luar besar namun sayangnya hal demikian tak menjamin sumber daya alam itu bisa memakmurkan bangsanya. Ia mencontohkan di Timur Tengah kaya minyak namun apa yang terjadi di sana? konflik yang berkepanjangan sehingga sampai ada pengungsi dari Timur Tengah ke Eropa.

Ia lalu membandingkan dengan negara lain yang tak memiliki sumber daya alam tapi berjaya. Dicontohkan Singapura tak memiliki sumber daya alam, kecil luas wilayahnya namun maju dan pendapatan perkapitanya di atas Indonesia.

Dari pengalaman pada Singapura, Zulkifli mengatakan intinya adalah sumber daya alam tak menjamin kemakmuran bangsa. Untuk menjadi makmur kuncinya pada orangnya atau manusianya. Untuk itu disinilah pentingnya memberikan pendidikan baik ilmu maupun teknologi kepada masyarakat. Selain menguasai iptek, Zulkifli juga menekankan pentingnya kita menguasai ekonomi.

"Kedua hal ini tidak bisa diminta namun harus direbut dan diperjuangkan," tukasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA