DPR PKB: Perhatian Pemerintah Terhadap Pesantren Masih Kurang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 30 Juli 2015, 07:56 WIB
DPR PKB: Perhatian Pemerintah Terhadap Pesantren Masih Kurang
Yanuar Prihatin/net
rmol news logo . Kedekatan antara ulama dan negara sangat kuat di Indonesia. Nahdlatul Ulama dianggap soko guru melalui pesantren yang mengajarkan nilai moral terhadap putra-putri bangsa.

"Pesantren ini soko guru. Pendidikan akhlak dan moral terbaik di Indonesia itu di Pesantren," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yanuar Prihatin, Kamis (30/7).

Anggota Komisi II DPR RI ini tak lupa dalam setiap kegiatan ke daerah pemilihan, ia selalu bersilaturahmi kepada dengan para kiai, pengurus NU dan pesantren.

"Kita silaturahmi dengan pengasuh ponpes yang ada di Kuningan. Kita menyerap aspirasi dari lingkungan ponpes dalam agenda reses, karena PKB itu lahir dan dibentuk dari NU. Karena ponpes juga problemnya cukup banyak," terangnya.

Yanuar menilai pendidikan pesantren memiliki keunggulan dibanding metode pendidikan umum lainnya di Indonesia. Dalam ajaran pesantren terdapat pendidikan moral keagamaan. Namun, disayangkan pemerintah belum memberikan bantuan secara memadai.

"Perhatian dan peranan pemerintah terhadap pesantren masih belum maksimal. Memang sudah mengalami kemajuan, tapi tetap harus bisa ditingkatkan. Tidak cukup seperti yang terjadi saat ini," katanya.

Menurutnya, disisi lain pesantren juga perlu ditingkatkan sumber daya manusianya. Sebab, masih banyak pesantren yang belum terlatih menerima bantuan negara, terutama soal laporan pertanggungjawaban. "Ini baru contoh di Kuningan, belum yang dialami oleh pesantren-pesantren yang lain," ujarnya.

Ia mengakui di beberapa kementerian seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pertanian memiliki program pemberdayaan kepada pesantren namun kalangan santri belum terlatih dan berinteraksi dengan urusan-urusan seperti itu.

"Sebab, kadang-kadang bantuannya itu bukan nggak turun, tapi mereka yang belum siap menerima bantuan itu," tukas Yanuar. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA