Ketua MPR China Pukul Bedug Istiqlal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 27 Juli 2015, 21:23 WIB
rmol news logo . Kedatangan  Ketua Majelis Permusyawaratan Politik China (MPR China)  Mr. Yu Zhengsheng, ke Jakarta salah satunya diisi dengan kunjungan  ke masjid Istiqlal.

Kunjungan ke masjid Istiqlal dilakukan Yu Zhengsheng bersama delegasi MPR China usai melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi di Istana negara pada Senin (27/7).

Di Istiqlal, Yu Zhengsheng disambut Ketua badan Pengelola Masjid Istiqlal Drs. H. Mubarak. Pada kesempatan tersebut  Yu Zhengsheng berkesempatan mencoba memukul bedug, penanda datangnya waktu salat. Yu Zhengsheng memukul bedug menirukan H. Mubarak. Ia  juga menerima buku sejarah masjid Istiqlal dari H.  Mubarak.  

Kepada  tamunya, Ketua badan Pengelola Masjid Istiqlal  antara lain menerangkan sejarah berdirinya masjid terbesar di Asia Tenggara itu. Istiqlal kata Mubarak berarti Merdeka. Nama istiqlal digunakan untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Masjid istiqlal diarsiteki Ir. Silaban di atas lahan seluas 9 ha. Istiqlal di topang oleh lima pilar, cermin dari rukun Islam, waktu salat lima waktu serta lima sila dalam Pancasila.

"Istiqlal mencerminkan toleransi umat beragama yang sangat kental. Terbukti, masjis ini dibangun diantara dua gereja, yaitu Katedral dan Imanuel," kata Mubarak menambahkan. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA