Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimis dengan target tersebut sektor pariwisata bisa berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB).
"Pendapatan devisanya diperkirakan antara Rp22 miliar sampai Rp24,7 miliar dan kontribusinya terhadap PDB bisa naik menjadi 4,5 sampai 4,7 persen,” jelas Menko Airlangga dikutip redaksi, Selasa, 13 Januari 2026.
Menko Airlangga juga telah menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Pariwisata Widiyanto Putri Wardhani di Kantor Kementerian Pariwisata, Senin, 12 Januari 2026.
Dalam rakor tersebut, disepakati beberapa pilar utama untuk penguatan sektor pariwisata ke depan, di antaranya mengakselerasi infrastruktur dan konektivitas dengan mendorong konektivitas antar bandara yang sudah ada dengan beberapa bandara yang baru dibuka.
Kemudian mengadakan program bersama antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya di daerah destinasi prioritas. Selain itu juga akan dilakukan penyederhanaan akses masuk dengan mengevaluasi kebijakan visa kunjungan wisman.
Selanjutnya, dilakukan transformasi tata kelola dan digitalisasi yakni dengan memperbaiki ekosistem penyelenggaraan event di berbagai daerah dalam negeri melalui perizinan terintegrasi, kemudian tentang penguatan standar keselamatan melalui asuransi pariwisata.
Pemerintah juga akan melakukan penguatan SDM dan peningkatan pembiayaan pariwisata melalui program
upskilling dengan target 400 ribu orang per tahun. Kemudian, memastikan keberlanjutan fiskal melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak (PPh DTP) kepada para tenaga kerja pariwisata di tahun 2025-2026.
“Menjelang Hari Raya Lebaran ini juga dipersiapkan program diskon tiket transportasi, diskon belanja, dan sebagainya. Tentu tadi juga dilakukan pembahasan terkait dengan fasilitas visa yang nanti akan dilaporkan kepada Bapak Presiden," pungkas Airlangga.
Pada kuartal III 2025, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 3,96 persen. Indikator devisa pariwisata pada periode sama mencapai 13,82 miliar Dolar AS didukung total penyerapan tenaga kerja pariwisata sebesar 25,91 juta orang.
Sementara itu, per November 2025, jumlah total kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 13,98 juta. Pada periode kuartal III-2025,
average spending wisatawan mancanegara per
arrival tercatat 1.259 Dolar AS. Kunjungan wisman tertinggi dari Malaysia (17,3%), Australia (11,3%), Singapura (10,5%), dan Tiongkok (8,8%).
BERITA TERKAIT: