Dalam pertemuan itu, Zulkifli Hasan menceritakan mengenai kemajemukan Indonesia. Meski terdiri dari beberapa suku, agama, ras, dan antargolongan, namun tidak ada perbedaan dalam hal politik.
"Di sini tidak ada aturan yang membeda-bedakan," ujarnya kepada Yu Zhengsheng dalam pertemuan tersebut.
Lebih lanjut, ketua umum DPP PAN itu mencontohkan kemajemukan tanpa perbedaan hak tersebut. Ia mencontohkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mayoritas berpenduduk Katolik, namun memiliki ketua DPRD yang muslim.
Zulhas juga mencontohkan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mampu menjadi pemimpin di Ibukota Negara, padahal DKI Jakarta berpenduduk mayoritas menganut agama Islam.
"Contohnya di Jakarta yang non muslim, yang memimpin bukan Islam, namanya Ahok," sambungnya.
Tidak cukup sampai di situ, Zulhas juga menjabarkan bahwa di Indonesia semua rumah ibadah bisa berdiri berdampingan satu sama lain.
[rus]
BERITA TERKAIT: