Baik buruknya suatu negara dapat dilihat dari kualitas pemuda yang dimiliki karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara. Untuk itu, generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat dalam membangun bangsa dan negara, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan, dan teknologi untuk bersaing secara global.
Begitu pemaparan anggota MPR RI dari daerah pemilihan Jatim X Fanny Safriansyah saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sekretariat Forum Lintas Ormas (FLO) Pamekasan, yang dihadiri 10 ormas yang tergabung dalam FLO.
"Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai agent of change, moral force and sosial kontrol sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat," katanya, seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi (Senin, 20/14).
Anggota Komisi IV DPR RI ini memberi contoh, saat ini banyak generasi muda yang pergi ke negara-negara konflik dan bergabung dengan gerakan ISIS dengan dalil jihad membela agama. Padahal ISIS, lanjutnya, bukan persoalan agama.
"Ini adalah masalah ideologi yang kalau kita kaitkan dengan negara kita, maka ini tidak sama, dan bertentangan dengan ideologi Pancasila kita, keberadaan negara kesatuan kita dan kebhinnekaan kita," ucap politisi PPP ini.
Karena itu, sosialisasi Empat Pilar MPR RI diharapkan bisa membuat generasi muda memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga generasi muda kita dapat cinta dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman ideologi yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: